PALI, MRS – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, meresmikan kegiatan groundbreaking perbaikan jalan rigid beton ruas Simpang Raja – Simpang 4 PT Musi Hutan Persada (MHP) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Rabu (22/04/2026).
Pembangunan jalan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan konektivitas serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Talang Ubi yang selama ini kerap menghadapi persoalan kerusakan jalan.
Menariknya, proyek infrastruktur ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta melalui skema gotong royong perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Sejumlah perusahaan, termasuk PT Musi Hutan Persada, turut ambil bagian dalam mendukung pembiayaan dan pelaksanaan pembangunan, sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap infrastruktur yang digunakan.
Pemerintah daerah sendiri berperan sebagai fasilitator sekaligus pengawas agar pembangunan berjalan sesuai standar teknis, terutama dengan penggunaan konstruksi rigid beton yang dinilai lebih kuat dan tahan terhadap beban kendaraan berat.
Kehadiran jalan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan PALI dan sekitarnya.
Selain itu, pembangunan ini juga menjadi solusi atas kondisi jalan yang sebelumnya kerap mengalami kerusakan akibat tingginya intensitas kendaraan bertonase besar yang melintas di jalur tersebut.
Dalam berbagai kesempatan, Herman Deru menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama di daerah yang memiliki potensi ekonomi besar.
Groundbreaking ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak selalu bergantung pada anggaran pemerintah, tetapi dapat diwujudkan melalui kolaborasi multipihak yang saling menguntungkan.
Dengan dimulainya pembangunan ruas jalan rigid beton ini, masyarakat diharapkan segera merasakan manfaat nyata berupa akses transportasi yang lebih baik, aman, dan nyaman.
Ke depan, model kolaborasi seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh dalam percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah lain di Sumatera Selatan.













