OKI, MRS – Ketua Tim Penggerak PKK Sumatera Selatan, Feby Herman Deru, mendorong lahirnya inovasi program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan kebun wisata PKK dan pembentukan desa percontohan di setiap kabupaten/kota. Gagasan tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja dan monitoring evaluasi (monev) 10 Program Pokok PKK di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Selasa (12/5/2026).

Kunjungan yang berlangsung di Sekretariat TP PKK OKI itu tidak hanya menjadi ajang sosialisasi hasil Rakernas X PKK Tahun 2025, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara TP PKK Provinsi Sumsel dan TP PKK Kabupaten OKI dalam mendukung program pembangunan daerah.
Dalam arahannya, Feby menyampaikan bahwa sejumlah program baru telah ditambahkan dalam masing-masing kelompok kerja (Pokja) PKK, termasuk Program Cepak pada Pokja I yang menjadi bagian dari penguatan peran PKK di tengah masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa meskipun secara kelembagaan Posyandu kini berdiri terpisah dari PKK, namun organisasi PKK tetap berkomitmen mendukung berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Saya memahami setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda, baik dari sisi geografis maupun aksesibilitas. Karena itu yang paling penting adalah semangat, kerja ikhlas, dan kemauan untuk terus berinovasi,” ujar Feby.
Salah satu inovasi yang ditawarkan adalah pemanfaatan kebun PKK menjadi kebun wisata produktif. Menurutnya, konsep tersebut dapat menjadi sumber pendapatan baru sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.
“Masyarakat bisa datang, memetik sendiri hasil kebun, kemudian membayar sesuai hasil yang dipanen. Selain menjadi sarana edukasi, ini juga dapat meningkatkan nilai ekonomi dan membantu program ketahanan pangan keluarga,” katanya.
Selain itu, Feby mengungkapkan bahwa program MBG (Makan Bergizi Gratis) membuka peluang kerja sama dengan TP PKK sebagai penyedia bahan pangan seperti sayuran dan telur untuk dapur MBG. Menurutnya, peluang tersebut dapat dioptimalkan melalui program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang selama ini telah berjalan di Sumatera Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, TP PKK Sumsel juga menggagas pembentukan desa percontohan di setiap kabupaten/kota. Desa percontohan itu nantinya akan menjadi model pengembangan program PKK yang dapat direplikasi oleh desa-desa lain.
“Desa percontohan sebaiknya berada tidak terlalu jauh dari pusat pemerintahan kabupaten agar pembinaan dapat dilakukan lebih mudah dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan PKK di daerah, Feby turut menyerahkan sejumlah bantuan berupa alat permainan edukatif (APE), tong sampah, alat informasi dan komunikasi, serta standing banner kepada TP PKK OKI.
Sementara itu, Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten OKI akan terus mendukung seluruh program PKK karena memiliki kontribusi besar dalam membantu pemerintah daerah menjalankan berbagai program pembangunan.
“Program pemerintah tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan PKK. Karena itu kami selalu melibatkan PKK dalam program yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua TP PKK OKI, Ike Meilina Muchendi, mengakui bahwa luasnya wilayah OKI menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pembinaan. Dari 18 kecamatan yang ada, pembinaan baru mampu menjangkau sekitar 90 desa karena keterbatasan akses dan kondisi geografis wilayah perairan.
Meski demikian, ia memastikan TP PKK OKI tetap berkomitmen menjalankan berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat, mulai dari bantuan rumah layak huni, BPJS Ketenagakerjaan, bantuan perlengkapan sekolah, hingga pendampingan kesehatan bagi kelompok rentan.
“Dengan semangat gotong royong dan dukungan semua pihak, kami optimistis berbagai tantangan yang ada dapat diatasi demi pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Ike.













