PALEMBANG, MRS – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru memberikan pesan tegas kepada seluruh jajaran RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumsel agar terus menjaga kualitas pelayanan kesehatan tanpa membedakan status pasien. Menurutnya, rumah sakit bertipe A memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumsel yang mengusung tema “Sewindu Berbakti Menuju Layanan Kesehatan Kelas Dunia agar Sumsel Maju Terus untuk Semua” di Aula Lantai 10 RSUD Siti Fatimah Palembang, Selasa (7/7/2026).
Dalam sambutannya, Herman Deru mengucapkan selamat atas perjalanan delapan tahun RSUD Siti Fatimah yang kini telah menjadi salah satu rumah sakit bertipe A di Indonesia.
Namun, menurutnya, keberhasilan sebuah rumah sakit bukan ditentukan oleh penilaian internal, melainkan dari kepuasan masyarakat yang menerima pelayanan setiap hari.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-8 kepada RSUD Siti Fatimah. Delapan tahun ini bukan kita yang berhak menilai diri sendiri. Yang berhak menilai adalah masyarakat yang kita layani, termasuk melalui apa yang mereka sampaikan di media sosial,” ujar Herman Deru.
Ia menjelaskan, status rumah sakit tipe A bukan hanya menunjukkan kemegahan gedung ataupun kelengkapan fasilitas medis, tetapi juga mencerminkan kualitas sumber daya manusia dan mutu pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Predikat tipe A membawa tanggung jawab besar. Masyarakat tentu berharap pelayanan terbaik diberikan oleh rumah sakit dengan klasifikasi tertinggi seperti RSUD Siti Fatimah,” katanya.
Jangan Ada Perbedaan Pelayanan BPJS dan Umum
Dalam arahannya, Herman Deru secara khusus mengingatkan seluruh tenaga kesehatan agar memberikan pelayanan yang sama kepada seluruh pasien tanpa membedakan latar belakang maupun jenis pembiayaan.
Menurutnya, seluruh petugas rumah sakit harus memiliki pola pikir sebagai pelayan masyarakat.
“Kita ini pelayan. Hindari pelayanan yang terkesan berjenjang atau hierarkis. Semua pasien memiliki kedudukan yang sama. Penghormatan kita harus sama, ekspresi wajah kita juga harus sama, baik kepada pasien BPJS maupun non-BPJS. Hilangkan stigma adanya perbedaan pelayanan itu dengan menunjukkan pelayanan terbaik,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh unsur rumah sakit menjaga standar pelayanan mulai dari kebersihan, keamanan, keramahan petugas, hingga profesionalisme tenaga medis.
Dukung Program Health Tourism Sumsel
Herman Deru menilai peningkatan mutu pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam mewujudkan program Health Tourism Sumsel, yang kini menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Menurutnya, masyarakat harus semakin percaya bahwa pelayanan kesehatan di Sumsel mampu bersaing dengan daerah lain bahkan luar negeri.
“Kita berani mencanangkan Sumsel sebagai daerah Health Tourism karena kita berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh tenaga kesehatan,” ungkapnya.
Ia berharap RSUD Siti Fatimah menjadi salah satu rumah sakit rujukan yang mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di Sumatera Selatan.
Momentum Introspeksi dan Inovasi
Menutup sambutannya, Herman Deru mengapresiasi berbagai capaian RSUD Siti Fatimah selama delapan tahun terakhir sekaligus mengajak seluruh jajaran rumah sakit menjadikan peringatan HUT sebagai momentum evaluasi.
“Saya bangga dengan apa yang telah dilakukan RSUD Siti Fatimah. Teruslah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jadikan peringatan HUT ini sebagai momentum introspeksi untuk memperbaiki apa yang masih kurang dan mempertahankan berbagai capaian yang telah diraih,” tutupnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumsel, dr. Syamsuddin Isaac Suryamanggala, mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui berbagai inovasi berbasis teknologi.
Menurutnya, pada HUT ke-8 ini RSUD Siti Fatimah meluncurkan Anjungan Pendaftaran Mandiri dan aplikasi Simantap Fatimah guna mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.
“Kehadiran Anjungan Pendaftaran Mandiri dan Simantap Fatimah diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi pasien dalam melakukan pendaftaran secara cepat, efisien, modern, dan terintegrasi sehingga pelayanan menjadi semakin optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, RSUD Siti Fatimah juga terus mendukung program Health Tourism Sumsel dengan meningkatkan mutu pelayanan, fasilitas kesehatan, serta menghadirkan layanan unggulan agar masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar daerah maupun ke luar negeri.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang, Ketua TP PKK Sumsel Hj. Feby Herman Deru, Ketua BKOW Sumsel Hj. Lidyawati Cik Ujang, para kepala OPD Provinsi Sumsel, serta direktur rumah sakit se-Sumatera Selatan.
PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru memberikan pesan tegas kepada seluruh jajaran RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumsel agar terus menjaga kualitas pelayanan kesehatan tanpa membedakan status pasien. Menurutnya, rumah sakit bertipe A memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumsel yang mengusung tema “Sewindu Berbakti Menuju Layanan Kesehatan Kelas Dunia agar Sumsel Maju Terus untuk Semua” di Aula Lantai 10 RSUD Siti Fatimah Palembang, Selasa (7/7/2026).
Dalam sambutannya, Herman Deru mengucapkan selamat atas perjalanan delapan tahun RSUD Siti Fatimah yang kini telah menjadi salah satu rumah sakit bertipe A di Indonesia.
Namun, menurutnya, keberhasilan sebuah rumah sakit bukan ditentukan oleh penilaian internal, melainkan dari kepuasan masyarakat yang menerima pelayanan setiap hari.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-8 kepada RSUD Siti Fatimah. Delapan tahun ini bukan kita yang berhak menilai diri sendiri. Yang berhak menilai adalah masyarakat yang kita layani, termasuk melalui apa yang mereka sampaikan di media sosial,” ujar Herman Deru.
Ia menjelaskan, status rumah sakit tipe A bukan hanya menunjukkan kemegahan gedung ataupun kelengkapan fasilitas medis, tetapi juga mencerminkan kualitas sumber daya manusia dan mutu pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Predikat tipe A membawa tanggung jawab besar. Masyarakat tentu berharap pelayanan terbaik diberikan oleh rumah sakit dengan klasifikasi tertinggi seperti RSUD Siti Fatimah,” katanya.
Jangan Ada Perbedaan Pelayanan BPJS dan Umum
Dalam arahannya, Herman Deru secara khusus mengingatkan seluruh tenaga kesehatan agar memberikan pelayanan yang sama kepada seluruh pasien tanpa membedakan latar belakang maupun jenis pembiayaan.
Menurutnya, seluruh petugas rumah sakit harus memiliki pola pikir sebagai pelayan masyarakat.
“Kita ini pelayan. Hindari pelayanan yang terkesan berjenjang atau hierarkis. Semua pasien memiliki kedudukan yang sama. Penghormatan kita harus sama, ekspresi wajah kita juga harus sama, baik kepada pasien BPJS maupun non-BPJS. Hilangkan stigma adanya perbedaan pelayanan itu dengan menunjukkan pelayanan terbaik,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh unsur rumah sakit menjaga standar pelayanan mulai dari kebersihan, keamanan, keramahan petugas, hingga profesionalisme tenaga medis.
Dukung Program Health Tourism Sumsel
Herman Deru menilai peningkatan mutu pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam mewujudkan program Health Tourism Sumsel, yang kini menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Menurutnya, masyarakat harus semakin percaya bahwa pelayanan kesehatan di Sumsel mampu bersaing dengan daerah lain bahkan luar negeri.
“Kita berani mencanangkan Sumsel sebagai daerah Health Tourism karena kita berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh tenaga kesehatan,” ungkapnya.
Ia berharap RSUD Siti Fatimah menjadi salah satu rumah sakit rujukan yang mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di Sumatera Selatan.
Momentum Introspeksi dan Inovasi
Menutup sambutannya, Herman Deru mengapresiasi berbagai capaian RSUD Siti Fatimah selama delapan tahun terakhir sekaligus mengajak seluruh jajaran rumah sakit menjadikan peringatan HUT sebagai momentum evaluasi.
“Saya bangga dengan apa yang telah dilakukan RSUD Siti Fatimah. Teruslah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jadikan peringatan HUT ini sebagai momentum introspeksi untuk memperbaiki apa yang masih kurang dan mempertahankan berbagai capaian yang telah diraih,” tutupnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumsel, dr. Syamsuddin Isaac Suryamanggala, mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui berbagai inovasi berbasis teknologi.
Menurutnya, pada HUT ke-8 ini RSUD Siti Fatimah meluncurkan Anjungan Pendaftaran Mandiri dan aplikasi Simantap Fatimah guna mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.
“Kehadiran Anjungan Pendaftaran Mandiri dan Simantap Fatimah diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi pasien dalam melakukan pendaftaran secara cepat, efisien, modern, dan terintegrasi sehingga pelayanan menjadi semakin optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, RSUD Siti Fatimah juga terus mendukung program Health Tourism Sumsel dengan meningkatkan mutu pelayanan, fasilitas kesehatan, serta menghadirkan layanan unggulan agar masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar daerah maupun ke luar negeri.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang, Ketua TP PKK Sumsel Hj. Feby Herman Deru, Ketua BKOW Sumsel Hj. Lidyawati Cik Ujang, para kepala OPD Provinsi Sumsel, serta direktur rumah sakit se-Sumatera Selatan.












