by

BNNP Sumsel Kembali Musnahkan Barang Bukti Narkotika sebanyak 4985 Gram Sabu dan 6548 Gram Ganja

PALEMBANG,MRS – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar pemusnahan barang bukti Narkotika hasil ungkap kasus BNNP Sumsel Tahun 2022 yang dimusnahkan di Halaman Kantor BNNP Sumsel Jalan Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasi Provinsi Sumsel, Selasa (8/11/2022).

Kegiatan pemusnahan dihadiri perwakilan dari Polda Sumsel, Kajati Sumsel Polrestabes Palembang, Pengadilan Militer dan Pengacara.

Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Djoko Prihadi SH MH didampingi Kabid Pemberantasan BNNP Sumsel Kombes Pol Agus Sudarno mengatakan bahwa pelaksanaan pemusnahan barang bukti dilakukan setelah 7 hari setelah penetapan dari pengadilan, sebagaimana yang diamanatkan dalam pasal 91 ayat (1) UU Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 45 ayat (4) KUHAP yang mewajibkan kepada penyidik untuk melakukan pemusnahan barang bukti yang sifatnya dilarang/terlarang (Narkotika).

“Tujuannya untuk menghindari terjadinya penyalagunaan barang bukti oleh aparat penegak hukum yang tidak bertanggung jawab,” katanya

Ia mengungkapkan bahwa barang bukti yang dimusnahkan oleh BNNP Sumsel yaitu Narkotika jenis Sabu sebanyak 4998, 86 berdasarkan LKN Nomor : LKN/0030-NAR/X/2022/BNPP Sumsel tanggal 2 Oktober 2022 dengan tersangka Hamdi dan Aan gram. Untuk jenis Ganja sebanyak 6695,76 gram berdasarkan LKN Nomor : LKN/0031-NAR/X/2022/BNNP Sumsel Tanggal 25 Oktober 2022 dengan tersangka Achmad Dio.

“Barang bukti Narkotika jenis Sabu yang dimusnakan sebanyak 4985 gram, dimana 5,86 gram disisihkan untuk periksaan Laboratorium dan 8 gram disihkan untuk pembuktian pengadilan, sedangkan jenis Ganja dimusnakan sebanyak 6548,77 gram, dimana 46.99 gram disisihkan untuk pemeriksaan Lab dan 100 gram disisihkan untuk pembuktian di pengadilan,” ungkapnya Djoko

Lanjut Djoko menjelaskan terkait Ganja, pelaku mendapatkannya berhubungan langsung dengan bandar yang ada di Bukit Tinggi dimana sudah 3 (tiga) kali membeli Ganja dengan jumlah yang cukup besar yaitu 20 kg, 50 kg dan 30 kg. Barang bukti yang kita dapat ini hanya sisa dari yang sudah diedarkan.

“Dilihat dari jumlah barang bukti yang didapatkan, bahwa bisa kita katakan, pelaku membeli tidak hanya untuk pemakaian sendiri, tetapi mereka merupakan jaringan kasus Ganja Bukit Tinggi,” terangnya.

Terakhir dia mengajak kepada semua Instansi dan komponen masyarakat untuk bersama-sama war on drugs atau perangi Narkoba dengan baik untuk menjadi agent duta-duta anti Narkoba dan bukan sebaliknya.

“Mereka masif sekali untuk melakukan peredaran Narkoba, oleh karena itu kita juga masif untuk melakukan pencegahan dan pengungkapan kasus-kasus narkoba di wilayah Provinsi Sumsel,” pungkasnya Djoko (Zul).

Comment

News Feed