by

Pelaku Pembunuhan Terhadap Romli di Desa Suka Menang Kabupaten OKI Berhasil Diamankan Polisi

PALEMBANG,MRS – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Selatan (Sumsel) gelar konferensi pers ungkap kasus terkait pembunuhan terhadap Romli (44) yang ditemukan tewas pada 2 November 2022 yang lalu sekitar pukul 16.30 WIB di Jalur 5 Desa Sungai Menang Kecamatan Sungai Menang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan.

Konferensi pers langsung dipimpin oleh Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol M Anwar Nasir SIK MH yang didampingi oleh Kasat Reskrim Polres OKI AKP Jatrat Tunggal RWP SIK dan Kanit Pidum Reskrim Polres OKI Ipda Gede Putu Surya WP di Gedung Presisi ruang press liris Mapolda Sumsel, Kamis (10/11/2022).

Dalam ungkap kasus ini berhasil diamankan 4 (empat) pelaku yaitu Sutrisno alias Ten (39), Supriadi alias Adi (42), Andhika Alias Jaka (38) dan Iwan (36), dimana keempat pelaku merupakan warga Desa Suka Menang Kabupaten OKI.

Direskrimum Polda Sumsel Kombes Pol M Anwar Nasir SIK MH didampingi Kasatreskrim Polres OKI AKP Jatrat Tunggal RWP SIK mengatakan bahwa terjadinya pembunuhan berawal saat, korban mendatangi lahan pada hari Jumat (28/10) yang terdapat alat berat dikawasan PT MBH yang subkontraktornya PT CBS yang dijaga oleh tersangka Ten, dengan maksud menyuruh helper untuk membuka jalan kanal dan selang beberapa waktu menanyakan kepada helper Simbolon dan Reza, apakah ada minyak.

“Herper Simbolon menjawab tidak ada minyak, tak lama kemudian Simbolon mendatangi herper Sinurat memberitahukan bahwa korban meminta minyak, dan kemudian Sinurat menelpon Operator Nababan untuk menginformasikan hal tersebut dan Nababan bercerita kepada Operator Hutagalung dan langsung memberitahu kepada Kepala Koordinator Lapangan Ashiong, kemudian Ashiong langsung menelpon tersangka tersangka Ten, untuk menyuruh cek kelapangan,” ujarnya.

Lanjut ia terangkan bahwa setelah mendapatkan nomor telpon dari Hutagulung, lanjut tesangka Ten menelpon langsung Sinurat, untuk menanyakan apakah korban masih ada. Kemudian Ten berbicara langsung dengan Korban melalui telepon Sinurat.

“Dalam pembicaraannya melalui telpon tersebut, Korban menyuruh tersangka Ten untuk datang, agar memberikan minyak, tetapi tersangka menjanjikan setelah sholat Jum’at, karena korban memaksa datang langsung saat itu, tersangka Ten merasa emosi dan langsung mengajak ketiga tersangka menemui Korban di TKP pada pukul 12.00 WIB, kemudian tersangka Ten langsung menembak Korban sebanyak 3 (tiga) kali mengenai dada sebelah kiri dan Tersangka Jaka mendapatkan Tombak dari tersangka Iwan dan langsung menombak pinggang sebelah kiri korban. Kemudian tersangka Ten langsung menebas bagian tengkuk belakang korban, dengan parang yang diberikan oleh tersangka Adi,” terangnya Anwar.

Lebih lanjut Anwar terangkan bahwa setelah diketahui korban tewas, tersangka Ten mengancam herper untuk mengangkat dan menguburkan korban dengan menggunakan alat berat dan kemudian memanggil semua herper untuk tidak membicarakan permasalahan ini kepada siapapun.

“Setelah itu keempat tersangka melarikan diri ke daerah Kerawang Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.

Terakhir dia ungkapkan bahwa Ketiga tersangka atas nama Ten, Adi dan Jaka ditangkap pada hari Sabtu (5/11) di Kabupaten Kerawang Provinsi Jawa Barat dan tersangka atas nama Iwan ditangkap hari senin (7/11) di Kota Bekasi Provinsi Jawa Barat dengan barang bukti 1 (satu) unit perahu ketek, 2 (dua) unit alat berat excabator dan baju korban.

“Pasal yang dikenakan kepada tersangka yaitu Pasal 340 KUHP atau Pasal 338 KUHP atau Pasal 170 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 (duapuluh) tahun,” pungkasnya Anwar (Zul).

Comment

News Feed