PT Pusri Palembang Gelar Pelatihan Urban Farming

News, Sumsel929 Dilihat
banner 468x60

Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga

 

banner 336x280

MRS NEWS — PT Pusri Palembang, sebagai bagian dari holding PT Pupuk Indonesia (Persero), menggelar pelatihan urban farming bertema “Hijaukan Kota, Tingkatkan Pendapatan, dan Bangun Ketahanan Pangan dari Rumah”, Selasa 21 Mei 2025, di Gedung Diklat Pusri.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen PT Pusri melalui program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) dan Rumah BUMN Sumsel untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan lokal.

“Pelatihan urban farming ini adalah salah satu wujud nyata kepedulian Pusri terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui program ini, kami ingin masyarakat mampu memanfaatkan lahan terbatas di rumah untuk bercocok tanam sekaligus menciptakan peluang usaha,” ujar VP TJSL Pusri, Alde Dyanrini.

Sebanyak 114 peserta antusias mengikuti kegiatan ini, terdiri dari akademisi, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Palembang seperti Universitas Sriwijaya, UIN Raden Fatah, Universitas Indo Global Mandiri, pelaku UMKM binaan Rumah BUMN Sumsel, perwakilan HIPMI BPC dan BPD Sumsel, komunitas petani milenial, hingga masyarakat sekitar wilayah operasional Pusri.

Turut hadir memberikan dukungan, Anggota DPRD Kota Palembang Dapil IV, Feby Anggi Pratama, S.H, M.Kn, dan Ibu Diana, S.Pd. Kehadiran mereka menjadi bukti sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi lokal.

Materi pelatihan mencakup teknik budidaya tanaman di pekarangan rumah, pemanfaatan pupuk secara efektif, strategi pemasaran hasil panen, hingga praktik pengelolaan limbah rumah tangga menjadi kompos. Peserta juga menyaksikan demo teknik hidroponik, penanaman di pot, serta metode composting yang ramah lingkungan.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pusri membagikan bibit sayuran dan buah-buahan kepada seluruh peserta agar dapat langsung dipraktikkan di rumah masing-masing.

“Urban farming adalah langkah kecil yang membawa dampak besar. Kami berharap kegiatan ini mendorong kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan, menciptakan lingkungan yang lebih hijau, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” jelas Alde.

CEO Rumah BUMN Sumsel, M. Awaluddin Alfarisi, menambahkan bahwa urban farming adalah salah satu kontribusi penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Dengan kegiatan ini, kita ingin membangun kesadaran bersama bahwa bercocok tanam di rumah tidak hanya soal kebutuhan pangan, tetapi juga tentang masa depan lingkungan dan keberlangsungan hidup kita semua,” ungkap Awaluddin.

Pelatihan urban farming ini diharapkan menjadi langkah awal gerakan bersama untuk mewujudkan kota yang lebih hijau, produktif, dan mandiri, sejalan dengan visi besar pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat pangan dan berkelanjutan.(*)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *