Pemprov Sumsel: Melestarikan Naskah Kuno, Menjaga Peradaban Bangsa

Daerah, News, Sumsel826 Dilihat
banner 468x60

PALEMBANG, MRS – Kemajuan suatu bangsa tidak semata diukur dari pertumbuhan ekonomi dan teknologi. Lebih dari itu, sejatinya kemajuan juga tampak dari kemampuan menjaga warisan budaya dan peradaban. Hal inilah yang menjadi sorotan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) dalam komitmennya melestarikan naskah kuno, sebuah aset berharga yang menyimpan sejarah, nilai luhur, serta identitas bangsa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Edward Candra, menegaskan bahwa naskah kuno merupakan jembatan penghubung antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.

banner 336x280

“Bangsa kita memiliki keragaman budaya yang luar biasa. Salah satunya naskah kuno yang berisi ilmu pengetahuan, filosofi hidup, dan kearifan lokal. Ini adalah identitas bangsa yang harus kita jaga agar tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.

Tantangan dalam Menjaga Naskah Kuno

Edward tak menampik, kondisi sebagian besar naskah kuno saat ini cukup memprihatinkan. Banyak di antaranya rapuh, kertas menguning, tinta memudar, bahkan terancam punah akibat minimnya perawatan. Rendahnya kesadaran masyarakat juga menjadi tantangan tersendiri.

Meski demikian, Pemprov Sumsel memastikan bahwa pelestarian naskah kuno bukanlah agenda seremonial belaka. Program ini masuk dalam Program Strategis Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel poin ke-8, yakni mewujudkan Sumsel yang religius, toleran, dan berbudaya.

“Melestarikan naskah kuno adalah kontribusi strategis untuk membangun daerah yang religius, berbudaya, dan berkarakter. Ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” tegas Edward.

Strategi: Konservasi dan Alih Media Digital

Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel, M. Zaki Aslam, menjelaskan dua langkah utama yang kini ditempuh: konservasi dan alih media.

  • Konservasi dilakukan dengan perawatan fisik, pembersihan, serta penyimpanan yang tepat agar naskah tetap bertahan secara fisik.

  • Alih media digital dilakukan untuk memastikan isi naskah bisa terdokumentasi, dipelajari dengan mudah, dan diwariskan kepada generasi mendatang melalui teknologi modern.

Zaki menambahkan, program ini juga mengedepankan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar semakin banyak pihak yang terlibat dalam upaya pelestarian.

“Harapannya, warisan berharga ini tidak hanya lestari, tetapi juga bisa terus memberi manfaat sepanjang masa,” ungkapnya.

Gerakan Bersama Menjaga Peradaban

Pemprov Sumsel berharap, gerakan melestarikan naskah kuno dapat melampaui batas formalitas acara dan benar-benar menjadi ikhtiar kolektif. Kolaborasi pemerintah, komunitas, akademisi, hingga masyarakat dinilai sangat penting demi memastikan peradaban yang diwariskan para pendahulu tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *