PGK Sumsel Mengecam Keras Insiden Ojol Tewas Terlindas Rantis, Desak Presiden Evaluasi Pimpinan Polri

Nasional, Politik, Sumsel638 Dilihat
banner 468x60

PALEMBANG, MRS – Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Gerakan Keadilan (DPW PGK) Sumatera Selatan mengutuk dan mengecam keras tindakan oknum aparat kepolisian menyusul tewasnya seorang pengemudi ojek online (Ojol) bernama Affan Kurniawan yang terlindas mobil kendaraan taktis (rantis) saat demonstrasi pada Kamis malam, 28 Agustus 2025. Insiden tragis ini terjadi di depan gedung DPR, Jakarta Pusat.

Ketua DPW PGK Sumsel, Firdaus Hasbullah, S.H., M.H., dalam pernyataannya di Palembang pada Jumat, 29 Agustus 2025, dengan tegas menyebut tindakan aparat tersebut sebagai “biadab” dan “brutal”. Firdaus, yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menuntut agar pelaku segera dicopot dari jabatannya dan diberikan sanksi seberat-beratnya.

banner 336x280

PGK Sumsel juga menyatakan dukungan penuh terhadap tuntutan Aktivis 98 yang menyerukan agar oknum aparat yang terlibat dihukum berat dan adil, serta tidak ada impunitas bagi pelanggar hukum. Menurut Firdaus, tindakan brutal aparat ini telah menodai cita-cita reformasi dan kebebasan berpendapat, yang merupakan hak konstitusional dan dilindungi undang-undang.

Lebih jauh, DPW PGK Sumsel mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi Kapolri dan Kapolda Metro Jaya. Desakan ini muncul karena PGK menganggap pimpinan Polri gagal mengendalikan situasi dan membiarkan oknum aparat melakukan tindakan brutal yang mengakibatkan korban jiwa. Tuntutan ini menunjukkan bahwa PGK melihat insiden tersebut sebagai bukti kegagalan kepemimpinan sistematis, bukan sekadar kasus oknum semata.

Menurut kronologi insiden, mobil rantis kepolisian melaju kencang di tengah massa yang berunjuk rasa, dan setelah Affan Kurniawan terjatuh dan terlindas, kendaraan tersebut tidak berhenti dan terus melaju. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Meskipun Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mendatangi keluarga korban dan menyampaikan permohonan maaf, serta tujuh personel Brimob Polda Metro Jaya telah diperiksa, langkah-langkah ini belum meredakan tuntutan yang mengalir deras dari berbagai elemen masyarakat, khususnya PGK Sumsel.

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *