Gubernur Herman Deru Tegaskan Sumsel ‘Zero Konflik’ Berkat Aksi Mahasiswa yang Terhormat

News, Politik, Sumsel875 Dilihat
banner 468x60

Palembang, MRS – Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, secara tegas mengapresiasi kondusivitas dan absennya konflik selama aksi demonstrasi ribuan mahasiswa di depan Gedung DPRD Sumsel. Dengan memantau langsung melalui televisi, media sosial, dan CCTV bersama Kapolda dan jajaran, Gubernur Herman Deru menyatakan bahwa “tidak ada satu pun insiden yang terjadi” sejak kedatangan massa, proses orasi, hingga kembali ke tempat masing-masing.

Herman Deru menyampaikan terima kasih kepada seluruh mahasiswa dari 14 perguruan tinggi yang hadir, memuji cara penyampaian aspirasi mereka yang “begitu baik dan terhormat.” Hal ini, menurut Gubernur, menunjukkan “rasa memiliki terhadap kota ini, terhadap daerah ini begitu tinggi” dari para mahasiswa.

banner 336x280

Selain itu, Gubernur juga memberikan apresiasi khusus kepada Polri dan TNI atas “kerja luar biasa” mereka dalam memberikan ruang yang bijak bagi mahasiswa untuk menyalurkan aspirasi. Keterlibatan dan kesediaan Ketua, Wakil Ketua, serta anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan untuk segera menerima dan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa ke tingkat pusat juga turut berkontribusi pada terciptanya situasi damai ini.

Gubernur Herman Deru menekankan bahwa cara penyampaian aspirasi yang “sangat baik dan terhormat” ini merupakan kunci penting dalam menjaga iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, kondisi “zero conflict” ini memastikan bahwa psikologi para pelaku usaha tidak terganggu, proses pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar, dan investasi yang diharapkan dapat berjalan sesuai rencana. Pertumbuhan ekonomi Sumsel yang mencapai 5,42% – di atas rata-rata nasional sangat bergantung pada kondusivitas semacam ini, terutama mengingat banyaknya proyek strategis yang akan dilaksanakan.

Secara keseluruhan, Gubernur Herman Deru dengan yakin menyatakan bahwa kondisi di Sumatera Selatan, termasuk di Ogan Komering Ulu (Oku), Baturaja, dan Lubuklinggau, “dalam kondisi kondusif”. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen pemerintah daerah dan peran serta masyarakat, termasuk mahasiswa, dalam mempertahankan suasana damai di provinsi tersebut.

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *