Gebyar Benih Nasional ke-10 di Palembang: Saatnya Sumsel Buktikan Diri Jadi Lumbung Pangan

Daerah, Nasional, News, Sumsel684 Dilihat
banner 468x60

Palembang, MRS – Sumatera Selatan kembali jadi pusat perhatian nasional. Kali ini bukan soal olahraga di Jakabaring, melainkan karena dipercaya menjadi tuan rumah Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional (GPTPN) ke X dari Kementerian Pertanian Repubilk Indonesia yang digelar selama tiga hari 13-15 Septermber 2025 di Jakabaring Sport City Palembang. Acara akbar ini mempertemukan pemerintah, akademisi, penangkar benih, hingga mahasiswa pertanian dari seluruh Indonesia.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, menyampaikan bahwa benih adalah titik awal dari ketahanan pangan. Tanpa benih unggul, jangan harap hasil panen bisa melimpah.

banner 336x280

“Setiap tahun Sumsel butuh 27 ribu ton benih padi, tapi baru bisa dipenuhi 8 ribu ton. Artinya kita masih bergantung dari luar. Nah, lewat acara ini, kita ingin tunjukkan bahwa Sumsel bisa mandiri benih,” tegasnya.

Yang paling menyedot perhatian di GPTPN X adalah inovasi padi apung. Teknologi ini dirancang untuk mengatasi lahan rawa tergenang sesuatu yang sangat relevan dengan kondisi Sumsel, karena hampir 73 persen wilayah pertanian di provinsi ini berupa lahan rawa.

“Kalau dulu lahan tergenang dianggap masalah, sekarang justru bisa jadi peluang dengan padi apung,” tambah Herman Deru dengan optimistis.

Selain itu, Pemprov Sumsel juga meluncurkan Gerakan Mandiri Benih Padi yang bakal berjalan mulai tahun 2026. Targetnya ambisius: 200 ribu hektare lahan akan mendapat suplai benih unggul hingga 2029. Program ini diyakini bisa menjadi jalan keluar agar Sumsel tidak lagi bergantung pada pasokan benih dari luar daerah.

Dari pemerintah pusat, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Yudi Satrio, ikut memberi dukungan penuh.

“Benih adalah kunci. Kalau benihnya unggul, produktivitas pasti naik. Sumsel dengan lahan luasnya punya potensi besar jadi pemasok benih nasional,” jelasnya.

Bagi masyarakat umum, khususnya mahasiswa, GPTPN X bukan hanya ajang pamer teknologi, tapi juga kesempatan belajar langsung soal masa depan pangan Indonesia. Dengan kombinasi riset, inovasi, dan semangat petani muda, Sumsel bisa benar-benar jadi lumbung pangan yang berdaulat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *