Heboh! Video Maba Unsri Cium Teman Saat Ospek, Rektorat Angkat Bicara

News, Pendidikan, Sumsel745 Dilihat
banner 468x60

PALEMBANG, Karsa Sriwijaya – Universitas Sriwijaya (Unsri) kembali menjadi sorotan setelah beredarnya video mahasiswa baru (maba) yang diduga dipaksa mencium temannya saat kegiatan pengenalan kampus. Peristiwa ini memicu kehebohan publik hingga pihak rektorat turun tangan melakukan pemeriksaan.

Sekretaris Universitas Sriwijaya, Prof. Aidil Fitri, mengungkapkan bahwa sedikitnya 15 mahasiswa senior dari Program Studi Teknologi Pertanian telah dimintai keterangan. Selain itu, pengurus Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta) dan penyelenggara kegiatan juga ikut diperiksa.

banner 336x280

“Kami sudah memanggil pihak terkait. Jika terbukti ada pelanggaran berat, tentu akan diberikan sanksi akademik,” tegas Aidil.

Sebagai langkah cepat, Unsri membekukan organisasi Himateta selama satu tahun. Menurut kampus, pembekuan ini dilakukan karena adanya indikasi pelanggaran serius yang perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Terkait dugaan perpeloncoan, Aidil menegaskan bahwa aksi tersebut bukanlah bagian resmi dari kegiatan PKKMB. “Itu terjadi spontan antar mahasiswa, tetapi tetap tidak bisa dibenarkan karena menimbulkan ketidaknyamanan,” katanya.

Sementara itu, Unsri telah menerbitkan Surat Edaran Rektor Nomor 0003/UN9/SE.BAK.KM/2025 yang menekankan larangan keras terhadap praktik perundungan, kekerasan, dan pelecehan dalam kegiatan kemahasiswaan.

Video berdurasi singkat yang viral di media sosial memperlihatkan seorang maba mencium kening temannya. Tak hanya itu, muncul pula laporan adanya ajakan berkelahi dari senior kepada peserta baru di forum yang sama.

Pihak kampus berjanji akan mengevaluasi prosedur izin kegiatan mahasiswa agar kejadian serupa tidak terulang. Sanksi akademik hingga pencabutan keanggotaan organisasi mahasiswa disebut menjadi opsi yang akan diambil jika terbukti ada pelanggaran berat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *