Mohammad David Siap Mundur dari Sriwijaya FC, Suporter Desak Evaluasi Total

banner 468x60

Palembang, MRS – Situasi panas kembali melanda Sriwijaya FC. Wakil Presiden klub, Mohammad David, menyatakan kesiapannya untuk mundur dari jabatannya jika memang dianggap gagal membawa perubahan positif bagi tim. Langkah itu diambil usai munculnya desakan keras dari para suporter yang menuntut evaluasi total terhadap manajemen.

David mengaku memahami kekecewaan publik terhadap performa tim yang belum juga membaik. Dari tujuh laga terakhir, Sriwijaya FC baru mengumpulkan satu poin dan kini berada di dasar klasemen Liga 2 wilayah barat.

banner 336x280

“Kalau masyarakat Sumatera Selatan atau suporter merasa saya tidak layak melanjutkan atau membenahi Sriwijaya FC di putaran kedua, saya siap mundur. Saya sudah berjuang habis-habisan untuk tim ini,” ujar Mohammad David dalam pernyataannya, Jumat (8/11/2025).

Menurut David, keputusan itu bukan bentuk pelarian dari tanggung jawab, melainkan wujud penghormatan terhadap aspirasi suporter yang selama ini mendukung klub dengan sepenuh hati. Ia menegaskan, kepentingan Sriwijaya FC harus selalu ditempatkan di atas kepentingan pribadi.

Reaksi Suporter: Ingin Perubahan Nyata, Bukan Sekadar Janji

Sejumlah kelompok suporter besar seperti Singa Mania dan Ultras Palembang ramai menyuarakan keprihatinan mereka di media sosial. Mereka menilai manajemen perlu melakukan langkah konkret, bukan hanya janji untuk “berbenah”.

“Kalau memang ingin Sriwijaya bangkit, harus ada tindakan nyata. Bukan cuma ganti pelatih atau pemain, tapi juga perbaikan dari dalam manajemen,” tulis salah satu akun resmi Singa Mania di platform X.

Sebagian lainnya menyayangkan jika David benar-benar mundur, sebab ia dikenal sebagai sosok yang punya komitmen tinggi terhadap tim. Namun, banyak juga yang berharap perubahan ini bisa menjadi momentum untuk restrukturisasi total agar Sriwijaya FC kembali disegani seperti era kejayaannya di Liga 1.

Analisis: Krisis Kepercayaan Bisa Jadi Titik Balik

Pengamat sepak bola Sumatera Selatan, Rizal Arif, menilai bahwa dinamika ini mencerminkan adanya krisis kepercayaan yang sudah lama terpendam antara suporter dan manajemen.

“Suporter ingin transparansi dan profesionalitas. Ini sebenarnya bisa menjadi titik balik jika manajemen berani terbuka, melakukan evaluasi menyeluruh, dan melibatkan publik dalam langkah pembenahan,” jelas Rizal.

Menurutnya, mundurnya sosok penting seperti Mohammad David bisa berdampak besar terhadap arah kebijakan klub, baik dari sisi finansial maupun strategi pengembangan pemain muda di musim depan.

Manajemen Masih Menunggu Keputusan Resmi

Sementara itu, CEO Sriwijaya FC Anggoro Prajesta menegaskan bahwa hingga kini pihak klub belum menerima surat resmi pengunduran diri dari Mohammad David. “Secara administrasi beliau masih menjabat. Kami masih berkomunikasi dan akan menunggu keputusan akhir secara internal,” ujarnya.

Manajemen berharap situasi ini bisa segera mereda agar tim dapat kembali fokus mempersiapkan diri menghadapi putaran kedua Liga 2.

Harapan Baru untuk Laskar Wong Kito

Terlepas dari dinamika internal, para pendukung masih menyimpan asa besar agar Sriwijaya FC kembali bangkit. Klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini diharapkan mampu kembali menorehkan prestasi seperti masa keemasan mereka di pertengahan 2000-an.

“Sriwijaya FC bukan sekadar tim sepak bola. Ia adalah simbol kebanggaan daerah. Siapa pun yang memimpin, harus siap membawa semangat itu kembali hidup,” tutup Rizal.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *