Palembang, MRS – Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, mengajak para dokter dan tenaga kesehatan di seluruh Sumsel untuk “gaspol” mempersiapkan provinsi ini menjadi pusat wisata kesehatan (health tourism) pada tahun 2026.
Ajakan itu disampaikan Deru saat membuka kegiatan IDI Run Palembang 2025, yang digelar dalam rangka HUT ke-75 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Minggu (9/11/2025). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa sektor kesehatan dan pariwisata harus disinergikan agar mampu menjadi kekuatan ekonomi baru bagi daerah.
“Sumatera Selatan punya potensi besar. Kita punya dokter-dokter hebat, rumah sakit yang berstandar nasional, serta masyarakat yang semakin sadar pentingnya hidup sehat. Sekarang tinggal bagaimana kita satukan langkah dan percepat gerakannya,” ujar Deru di hadapan para peserta IDI Run.
Menurutnya, konsep wisata kesehatan tidak hanya berfokus pada layanan medis, tetapi juga mencakup pelayanan ramah, sistem administrasi yang efisien, serta kenyamanan bagi pasien dan pengunjung.
“Pelayanan kesehatan harus mudah, cepat, dan tidak berbelit. Wisata kesehatan bukan hanya soal pengobatan, tapi bagaimana pasien bisa merasa tenang dan menikmati suasana daerah kita,” tambahnya.
Deru juga mendorong para dokter agar berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat untuk menjaga kesehatan sejak dini. “Jangan tunggu orang sakit baru sibuk menolong. Edukasi agar masyarakat sehat sejak awal itu jauh lebih penting,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Sumsel sendiri sedang menyiapkan program “Sumsel Health Tourism 2026”, yang akan diluncurkan awal tahun depan. Program ini menargetkan Sumatera Selatan menjadi destinasi wisata kesehatan unggulan di Indonesia, bahkan di tingkat regional Asia Tenggara.
“Bayangkan, orang Malaysia atau Singapura datang ke Palembang bukan hanya untuk berobat, tapi juga menikmati kuliner, budaya, dan keramahan masyarakat kita. Ini peluang besar,” kata Deru optimistis.
Deru menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, IDI, rumah sakit, hingga pelaku pariwisata.
“Wisata kesehatan bukan mimpi, tapi peluang nyata. Dan dokter adalah garda terdepan dalam mewujudkannya,” pungkasnya.
Dengan dukungan penuh dari sektor kesehatan dan pariwisata, Sumatera Selatan menatap 2026 sebagai momentum penting untuk tampil sebagai pusat wisata kesehatan berkelas nasional dan internasional.



















