Sopir Truk Asal Lampung Tewas Ditikam Pemalak di Macan Lindungan Palembang, Dua Pelaku Ditangkap

Kriminal, News, Sumsel784 Dilihat
banner 468x60

PALEMBANG,MRS — Kasus pemalakan kembali terjadi di Kota Palembang dan kini berujung tragis. Seorang sopir truk asal Lampung bernama Al Kodirin (44) ditemukan tewas setelah menjadi korban penusukan pemalak di kawasan Simpang Macan Lindungan, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Senin malam (24/11/2025).

Peristiwa bermula ketika korban menghentikan truknya saat lampu merah. Empat pemalak menghampiri dan meminta uang. Korban sempat memberikan uang Rp 2.000, namun pelaku tak puas dan tetap memaksa.

banner 336x280

Menurut keterangan kernet korban, salah satu pelaku naik ke atas truk dan langsung menusukkan senjata tajam ke tubuh korban. Korban sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Palembang, namun nyawanya tak tertolong karena luka parah di bagian dada.

Dua Pelaku Ditangkap, Polisi Buru Sisanya

Usai kejadian, Tim Opsnal Polrestabes Palembang bersama Polsek Ilir Barat I bergerak cepat dan berhasil menangkap dua dari empat pelaku.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan, membenarkan penangkapan tersebut dan memastikan penyelidikan masih berjalan.

“Dua pelaku telah kami amankan dan sedang diperiksa. Dua lainnya masih dalam pengejaran. Kami pastikan kasus ini diproses sampai tuntas,” tegasnya.

Barang bukti seperti senjata tajam jenis besi runcing dan bilah bambu telah diamankan polisi.

Dikecam Komunitas Sopir: Premanisme Sudah Meresahkan

Kasus ini memicu reaksi keras dari komunitas sopir angkutan barang lintas provinsi. Mereka menilai kawasan Macan Lindungan memang dikenal sebagai titik rawan pemalakan, terutama pada malam hari.

Ketua Komunitas Sopir Pickup Sumatera, Hendra Saputra, menyebut kejadian ini bukan insiden pertama.

“Kami sudah sering mendengar pemalakan di titik itu. Tapi sekarang sampai menelan korban jiwa. Kami minta pemerintah dan aparat tegas, karena ini menyangkut keselamatan,” ujarnya.

Polisi Tambah Patroli dan Pantau Titik Rawan

Sebagai langkah antisipasi, Polrestabes Palembang menambah personel patroli di kawasan Macan Lindungan, Simpang Soekarno-Hatta, dan jalur angkutan barang lainnya yang dianggap rawan.

“Patroli akan ditingkatkan terutama pada jam rawan malam hari agar kejadian serupa tidak terulang,” tambah AKBP Andrie.

Dampak ke Dunia Logistik

Tragedi ini memunculkan kekhawatiran baru bagi sopir logistik lintas daerah. Beberapa sopir mengaku waspada dan mempertimbangkan menghindari jalur Macan Lindungan jika pengamanan belum maksimal.

Jika kondisi ini berlanjut, diperkirakan dapat mempengaruhi jalur distribusi logistik yang selama ini menghubungkan Palembang dengan wilayah Sumatra lainnya.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan aparat hukum agar lebih serius menangani aksi pemalakan yang semakin meresahkan dan kini merenggut nyawa.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *