Sumsel Perkuat Diplomasi Budaya: Gubernur Herman Deru Sambut Luak Johol Negeri Sembilan di Griya Agung

Daerah, Nasional, News, Sumsel721 Dilihat
banner 468x60

PALEMBANG, MRS – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali menunjukkan komitmen dalam melestarikan kekayaan budaya daerah. Hal ini terlihat saat Gubernur Sumsel, Herman Deru, menerima kunjungan rombongan Luak Johol dari Negeri Sembilan, Malaysia, di Griya Agung Palembang, Senin (08/12/2025).

Silaturahmi budaya ini menjadi momentum penting untuk memperkuat diplomasi budaya antara Sumsel dan Negeri Sembilan yang diketahui memiliki hubungan historis dan kesamaan adat Melayu.

banner 336x280

Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa budaya bukan sekadar identitas, namun juga aset penting yang harus dijaga dan diwariskan.

“Sumatera Selatan bukan hanya kaya secara sumber daya alam, tetapi juga kaya akan budaya. Kita memiliki sembilan suku dengan 17 bahasa daerah yang masih hidup hingga kini. Ini adalah kekuatan yang wajib dilindungi,” ujar Deru.

Deru mencontohkan beberapa dialek yang memiliki kemiripan dengan Malaysia seperti bahasa daerah Pagaralam, sebagian daerah Ogan, serta bahasa Melayu Palembang yang menjadi ciri khas identitas lokal.

Ia juga menegaskan pentingnya simbol budaya dalam aktivitas pemerintahan maupun publik. Pemprov Sumsel, lanjutnya, mulai menerapkan penggunaan busana adat Melayu dalam acara resmi dan mendorong hadirnya ornamen songket atau identitas daerah di bangunan-bangunan strategis.

“Budaya adalah ciri, dan ciri harus selalu tampak. Identitas kita tidak boleh hilang ditelan modernisasi,” tambahnya.

Sementara itu, rombongan Luak Johol yang berjumlah 36 orang tampak disambut dengan hangat dan disuguhi berbagai kuliner khas Palembang. Mereka menyampaikan antusiasme dan harapan agar kerja sama budaya antarwilayah serumpun semakin kuat ke depannya.

Selain itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel turut menyampaikan bahwa hingga 2025, sebanyak 67 Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) telah tercatat resmi secara nasional, ditambah 54 cagar budaya yang tersebar di wilayah Sumsel.

Kunjungan ini diharapkan menjadi pintu pembuka kerja sama lanjutan seperti pertukaran seni budaya, penelitian sejarah, hingga agenda festival serumpun Melayu.

Pada akhir acara, Gubernur Deru berharap silaturahmi budaya seperti ini dapat menjadi tradisi yang terus berlanjut.

“Pertemuan ini bukan akhir, tapi awal dari hubungan kebudayaan yang lebih kuat. Silaturahmi harus dijaga agar budaya kita tetap hidup lintas generasi dan lintas batas,” tegasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed