Palembang, MRS – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi mengaktifkan status siaga bencana hidrometeorologi menyusul meningkatnya curah hujan yang melanda hampir seluruh wilayah dalam beberapa pekan terakhir. Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi ancaman banjir, tanah longsor, dan bencana turunan lainnya yang diprediksi meningkat menjelang puncak musim hujan.
Status siaga tersebut tidak hanya berlaku di tingkat provinsi, tetapi juga telah diikuti oleh enam kabupaten dan kota yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi. Pemerintah daerah diminta memperkuat kesiapan personel, logistik, serta sistem peringatan dini untuk meminimalkan risiko terhadap keselamatan warga.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan, Sudirman, mengatakan penetapan status siaga merupakan langkah strategis agar seluruh perangkat penanggulangan bencana dapat bergerak lebih cepat saat situasi darurat terjadi.
“Dengan status siaga ini, koordinasi lintas sektor menjadi lebih efektif. Seluruh daerah diminta siap, baik dari sisi personel, peralatan, maupun logistik,” ujar Sudirman, Senin (15/12).
Wilayah Rawan Jadi Prioritas
Sejumlah daerah seperti Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu, Prabumulih, dan Pagar Alam masuk dalam prioritas pengawasan karena memiliki riwayat banjir dan longsor saat intensitas hujan tinggi. Di wilayah tersebut, BPBD telah menyiapkan posko siaga, tenda darurat, perahu evakuasi, serta jalur distribusi bantuan.
Selain itu, pemantauan debit air sungai besar, termasuk Sungai Musi dan anak-anak sungainya, dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi luapan air ke permukiman warga.
Imbauan untuk Masyarakat
BMKG sebelumnya juga telah mengeluarkan peringatan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sumsel. Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di area rawan longsor, bantaran sungai, serta segera melapor ke aparat setempat jika terjadi peningkatan debit air atau retakan tanah.
“Keselamatan warga adalah yang utama. Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” tambah Sudirman.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan bahwa kesiapsiagaan ini bukan untuk menimbulkan kepanikan, melainkan sebagai upaya perlindungan dini agar dampak bencana dapat ditekan semaksimal mungkin.



















