Napak Tilas Dakwah Kiai Marogan: Herman Deru Targetkan Wisata Religi Tahunan — Warisan Ulama Hidup Lagi di Sungai Musi

Daerah, News, Sumsel1529 Dilihat
banner 468x60

Palembang, Sumatera Selatan — Suasana religius dan penuh sejarah hadir kembali di tepian Sungai Musi saat ratusan jamaah mengikuti prosesi Napak Tilas Dakwah Kiai Marogan dalam rangka Haul Akbar ke-125 ulama besar yang pernah menyebarkan Islam di Bumi Sriwijaya. Kegiatan ini digelar Minggu (11/1/2026) dan turut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru bersama tokoh masyarakat dan pejabat pemerintah.

Rombongan jamaah memulai napak tilas dari Masjid Lawang Kidul di Palembang menuju Masjid Kiai Marogan di Kertapati dengan menyusuri jalur sejarah melalui Sungai Musi. Prosesi dilaksanakan dengan khidmat, mengiringi lantunan zikir dan doa yang menguatkan makna perjalanan spiritual tersebut.

banner 336x280

Gubernur Herman Deru menilai kegiatan ini bukan sekadar ritual ritual ritual keagamaan, tetapi sebagai upaya nyata untuk menghidupkan kembali warisan ulama yang telah memperjuangkan nilai-nilai kedamaian, toleransi, dan persatuan di masyarakat.

“Apa yang dilakukan Kiai Marogan dahulu bukan hanya sejarah, tetapi teladan yang harus terus kita hidupkan — bukan sekadar mengenang, tetapi menjadikannya inspirasi dalam kehidupan bermasyarakat yang damai,” ujar Herman Deru.

Dirikan Wisata Religi Tahunan

Dalam sambutannya, Herman Deru juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk menetapkan Haul Kiai Marogan dan napak tilasnya sebagai agenda wisata religi tahunan. Ia berharap dengan dikembangkannya kegiatan ini sebagai wisata religi, nilai-nilai perjuangan sang ulama semakin dikenal luas, termasuk oleh generasi muda dan wisatawan domestik maupun internasional.

Kolaborasi spiritual dan budaya ini tidak hanya memperkaya khazanah sejarah Islam di Sumsel, tetapi juga memberi ruang baru bagi pelestarian tradisi keagamaan melalui pendekatan yang edukatif serta menarik minat publik. Rute napak tilas yang mengalir bersama derasnya Sungai Musi menjadi simbol bagaimana sejarah dakwah Islam pernah menyatu menjadi denyut kehidupan sosial masyarakat Palembang.

Selain aspek religius, kegiatan ini juga menjadi refleksi penting tentang pentingnya menjaga lingkungan Sungai Musi sebagai jalur sejarah budaya yang sarat makna. Para peserta dan tokoh masyarakat diajak bersama menjaga kebersihan sungai demi menghormati jejak sejarah Kiai Marogan dan kehidupan masyarakat yang tergantung pada alur sungai sejak dahulu.

Momentum Ukhuwah dan Toleransi

Napak tilas ini juga menjadi lambang kebersamaan lintas generasi, di mana umat berkumpul dengan penuh kekhidmatan untuk mengenang jasa ulama besar sekaligus memperkuat nilai-nilai Islam yang damai, inklusif, dan toleran. Melalui momentum ini, Pemerintah Provinsi Sumsel berharap umat dan masyarakat luas dapat terus mengambil hikmah dari perjuangan para ulama yang telah mewariskan kedamaian serta persatuan bangsa.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *