Dalami Skandal Korupsi Distribusi Semen, Kejati Sumsel Periksa Tiga Saksi Senior — Penggeledahan & Bukti Terus Diperkuat

Daerah, Kriminal, News, Sumsel1445 Dilihat
banner 468x60

Palembang,MRS – Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) terus memperdalam penyidikan perkara dugaan korupsi dalam distribusi semen yang melibatkan distributor utama di wilayah provinsi ini. Langkah terbaru dalam penyelidikan adalah pemeriksaan tiga saksi kunci dari level manajerial senior untuk memperkuat konstruksi perkara dan alat bukti.

Kasus ini pertama kali mencuri perhatian publik setelah tim penyidik melakukan penggeledahan di sejumlah kantor strategis, termasuk di tempat distributor semen dan pabrik, serta menyita dokumen penting dan perangkat elektronik yang dianggap berkaitan erat dengan dugaan perbuatan melawan hukum dalam kegiatan pendistribusian semen di Sumsel periode 2018–2022.

banner 336x280

Pemeriksaan Tiga Manajer Senior

Kasi Penerangan Hukum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari SH MH, menjelaskan bahwa pada 15 Januari 2026, jaksa penyidik bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) memanggil dan memeriksa tiga orang saksi dengan posisi manajerial senior:

  • AR, Senior Manager Legal periode 2019–2020

  • HA, Senior Manager Mining Plan & Operation periode 2019 sampai sekarang

  • DI, Senior Manager Service Procurement periode 2019–2020

Ketiga saksi ini didalami keterangannya secara intensif selama beberapa jam, dengan masing-masing dijewer sekitar 20 pertanyaan. Fokus utama pemeriksaan adalah mekanisme distribusi semen, including alur, keputusan internal, dan indikasi penyimpangan yang diduga terjadi dalam transaksi dan penyaluran produk.

Pemeriksaan saksi merupakan bagian dari upaya serius penyidik untuk mengungkap siapa saja pihak yang bertanggung jawab serta bagaimana alur distribusi akan dianalisis dari segi hukum. Hal ini juga menjadi dasar dalam menentukan apakah penguatan bukti telah cukup untuk menaikkan status tersangka bagi pihak yang terkait.

Jejak Penggeledahan dan Bukti Elektronik

Sebelumnya, tim penyidik Kejati Sumsel telah melakukan penggeledahan di beberapa lokasi kantor, termasuk di PT Semen Baturaja (Persero) dan dua kantor distributor lainnya di Palembang. Dalam penggeledahan tersebut, jaksa berhasil menyita dokumen penting, surat-menyurat internal, serta barang elektronik seperti CPU komputer yang diyakini menyimpan data signifikan terkait dugaan penyelewengan proses pendistribusian semen melalui PT Kapuas Musi Madelyn (KMM).

Dokumen dan perangkat yang disita kini sedang dianalisis lebih lanjut oleh penyidik sebagai bagian dari penguatan alat bukti. Penyidik berharap hasil analisis tersebut mampu membuka terang secara komprehensif alur distribusi, relasi internal pihak perusahaan, serta aliran keuntungan yang diduga bermasalah secara hukum.

Respons Kejati Sumsel & Langkah Selanjutnya

Kejati Sumsel belum mengumumkan secara resmi apakah akan menaikkan status hukum pihak tertentu menjadi tersangka dalam kasus ini. Namun, pemeriksaan saksi senior menunjukkan keseriusan penyidik dalam mengurai konstruksi perkara secara mendalam sebelum keputusan formal diambil.

Kasus dugaan korupsi distribusi semen ini menjadi sorotan publik karena berkaitan dengan kebutuhan pokok industri konstruksi dan pembangunan infrastruktur, serta potensi kerugian negara jika terbukti terjadi penyalahgunaan wewenang atau pengaturan distribusi yang merugikan keuangan negara.

Penyidik Kejati Sumsel diperkirakan akan kembali memanggil pihak lain dan terus mengkaji bukti tambahan yang bisa memperkuat tuntutan hukum di tahap berikutnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *