Viral! Guru SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Dikeroyok Murid, Diduga Tersulut Ucapan Singgung Ekonomi

banner 468x60

Tanjung Jabung Timur, Jambi — Dunia pendidikan kembali tercoreng. Seorang guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur berinisial AS, guru mata pelajaran Bahasa Inggris, menjadi korban pengeroyokan sejumlah siswa di lingkungan sekolah. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (13/1/2026) dan sontak menghebohkan publik setelah videonya viral di media sosial.

Dalam rekaman yang beredar luas, terlihat cekcok antara guru dan siswa yang berujung pada aksi kekerasan secara bersama-sama. Kejadian tersebut berlangsung saat proses belajar mengajar masih berlangsung di sekolah.

banner 336x280

Diduga Berawal dari Ucapan Menyinggung

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula dari adu argumen antara korban dan seorang siswa di dalam kelas. Guru diduga melontarkan ucapan yang dinilai menyinggung perasaan siswa, bahkan menyentuh persoalan kondisi ekonomi, sehingga memicu emosi.

Situasi semakin memanas ketika beberapa siswa lain ikut tersulut emosi dan terjadilah pengeroyokan terhadap guru tersebut. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh dan harus mendapatkan perawatan medis.

Sempat Acungkan Celurit, Guru Bantah Niat Menyerang

Video viral juga memperlihatkan korban sempat mengacungkan celurit, senjata tajam yang biasa digunakan untuk keperluan pertanian. Namun, AS membantah memiliki niat untuk melukai siswa.

“Itu hanya untuk menakut-nakuti agar siswa menjauh dan situasi tidak semakin ricuh. Saya tidak berniat menyerang siapa pun,” ujar AS saat dimintai keterangan.

Versi Siswa: Ada Ketegangan yang Menumpuk

Dari pihak siswa, Ketua OSIS SMKN 3 Tanjung Jabung Timur menyampaikan permintaan maaf atas tindakan rekan-rekannya. Namun, ia menyebut insiden tersebut dipicu akumulasi ketegangan antara guru dan siswa.

“Kami menyesalkan kejadian ini. Tapi memang ada perkataan guru yang dianggap merendahkan siswa. Kami berharap ada evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Bahkan, sejumlah siswa disebut meminta agar guru tersebut dimutasi, karena dinilai kerap bersikap keras dalam mengajar.

Disdik Jambi Turun Tangan

Dinas Pendidikan Provinsi Jambi merespons serius insiden ini. Tim dari bidang pembinaan guru dan SMK telah diterjunkan ke lokasi untuk mengumpulkan keterangan dari seluruh pihak.

“Kami menyesalkan terjadinya kekerasan di lingkungan pendidikan. Baik guru maupun siswa akan dilakukan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata perwakilan Disdik Provinsi Jambi.

Disdik menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang aman, baik bagi pendidik maupun peserta didik.

Mediasi dan Pemulihan Sekolah

Pihak sekolah bersama Polsek Berbak, komite sekolah, dan orang tua siswa telah melakukan mediasi. Kedua belah pihak sepakat menahan diri dan menjaga kondusivitas lingkungan sekolah.

Kepala SMKN 3 Tanjung Jabung Timur memastikan aktivitas belajar mengajar kembali berjalan normal.

“Fokus kami saat ini pemulihan situasi dan pembinaan karakter. Sekolah harus kembali menjadi tempat yang aman dan nyaman,” tegasnya.

Sorotan Publik

Kasus ini memicu perhatian luas masyarakat dan kembali membuka perdebatan tentang etika pendidik, perlindungan guru, serta kedisiplinan siswa di lingkungan sekolah. Banyak pihak mendorong pendekatan yang lebih humanis dan dialogis agar konflik serupa tidak terulang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *