Musim Paling Suram Sriwijaya FC: 14 Kekalahan di Pekan 16, Ancaman Degradasi Mengintai Laskar Wong Kito

banner 468x60

Palembang, MRSSriwijaya FC, klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan, tengah menjalani musim paling berat sepanjang sejarah kompetisinya. Hingga pekan ke-16 Pegadaian Championship (Liga 2 Indonesia) musim 2025/2026, Laskar Wong Kito telah mencatatkan 14 kekalahan dari total 16 laga yang dijalani — sebuah catatan yang menggambarkan betapa beratnya perjuangan tim musim ini.

Musim ini perjalanan Sriwijaya FC penuh liku. Mereka hanya mampu meraih 1 hasil imbang dan belum sekalipun mencatat kemenangan, sebuah fakta yang membuat posisi tim terus berada di dasar klasemen Grup 1 Liga 2.

banner 336x280

Kekalahan terbaru terjadi saat tim dibantai FC Bekasi City 0-7 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jumat (16/1/2026). Ini menjadi kekalahan terbesar tim di musim ini dan menunjukkan betapa tajamnya krisis performa yang tengah dialami.

Awal Musim yang Sulit Berlanjut Tiada Berujung

Musim dimulai dengan hasil kurang menggembirakan sejak awal kompetisi: Sriwijaya FC kalah 0-2 dari Garudayaksa FC di kandang sendiri pada laga pembuka 14 September 2025. Sepanjang putaran pertama dan kedua, tren kekalahan berlanjut—termasuk kekalahan 1-0 dari Persekat Tegal dan kekalahan 5-2 di tangan PSPS Pekanbaru.

Torehan buruk ini menunjukkan produktivitas gol yang rendah serta lini pertahanan yang sering kebobolan banyak gol — indikator krisis performa yang tak kunjung membaik di tengah jalannya kompetisi.

Tekanan Klub dan Harapan Suporter

Kondisi ini tentu menjadi tekanan besar bagi manajemen, pelatih, dan seluruh pemain Sriwijaya FC. Tahun kompetisi 2025/2026 ini bahkan disebut sebagai yang tersulit dalam beberapa tahun terakhir, karena konsistensi negatif tak kunjung berakhir meskipun kompetisi terus berjalan.

Kekalahan beruntun juga membuat kemungkinan klub turun kasta makin nyata jika tren negatif tak segera dibalik. Meski kompetisi masih menyisakan laga, waktu untuk bangkit kian sempit dan klub dipaksa mencari solusi cepat — baik dari sisi taktik, mental permainan, maupun kekuatan skuad — untuk menghindari ancaman degradasi lebih awal.

Upaya Pembenahan Internal

Di tengah keterpurukan, manajemen telah melakukan beberapa langkah perubahan struktur, termasuk penunjukan manajer baru untuk membawa semangat segar dan memperbaiki keadaan tim. Pergantian manajer ini menunjukkan keseriusan klub dalam mencoba memperbaiki performa.

Namun demikian, publik suporter Sriwijaya FC masih menunggu langkah konkret dan tajam yang mampu mengangkat kembali semangat tim agar bangkit dari performa yang kini berada di titik terendah.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *