Wali Kota Palembang Resmikan PLTS di Masjid Agung, Energi Surya Hemat Listrik Puluhan Juta & Dorong Transisi Energi Bersih

Daerah, Nasional, News, Sumsel806 Dilihat
banner 468x60

Palembang,MRS – Wali Kota Palembang Drs. Ratu Dewa, M.Si, meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo pada Senin (19/1/2026), menandai langkah penting dalam upaya transisi energi bersih dan pembangunan berkelanjutan di kota tertua di Indonesia.

Peresmian ini sekaligus menjadi simbol komitmen Pemerintah Kota Palembang dalam mendorong pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan untuk fasilitas umum, terutama rumah ibadah dan ruang publik. Penggunaan PLTS di Masjid Agung juga diharapkan dapat menjadi contoh inspiratif bagi masjid dan fasilitas lain di wilayah Palembang.

banner 336x280

Efisiensi Listrik Hingga Puluhan Juta Rupiah

PLTS Masjid Agung Palembang dari PLN yang diresmikan Wali Kota Ratu Dewa (Dok. Kominfo Palembang)

PLTS yang dipasang memiliki kapasitas sekitar 18,2–18,6 kWp dan dilengkapi dengan baterai berkapasitas total 30 kWh serta inverter 18 kW, yang mampu menyediakan listrik untuk berbagai kebutuhan operasional masjid. Sistem ini langsung dimanfaatkan untuk sistem tata suara, CCTV, penerangan, kipas angin, televisi LED, hingga pendingin udara.

Data produksi menyebutkan bahwa sejak Desember 2025 PLTS sudah menghasilkan listrik sebesar 1.137,2 kWh, dan hingga awal Januari 2026 tercatat produksi mencapai 436,5 kWh. Dengan pemanfaatan panel surya tersebut, Masjid Agung diperkirakan mampu menghemat biaya listrik sekitar Rp12 juta hingga Rp24 juta per tahun.

Langkah Nyata Transisi Energi & Lingkungan

Dalam sambutannya, Ratu Dewa menekankan bahwa peresmian PLTS bukan sekadar pengoperasian fasilitas baru, tetapi merupakan wujud komitmen bersama menjaga lingkungan dan masa depan kota melalui penggunaan energi bersih. Ia mengatakan bahwa penggunaan panel surya ini menunjukkan bahwa transisi energi bukan hal yang mahal atau eksklusif, melainkan dapat dimulai dari fasilitas publik seperti masjid.

“Masjid ini kini menjadi contoh bahwa energi bersih bukan sekadar konsep mahal atau eksklusif. Satu masjid mungkin kecil dampaknya, tetapi seratus masjid adalah pembangkit kota,” ujar Ratu Dewa.

Selain itu, pemasangan PLTS ini juga mendapat dukungan dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perumda Tirta Musi Palembang, sebagai bentuk kontribusi nyata BUMD dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di kota ini.

Inspirasi untuk Energi Terbarukan Lainnya

Peresmian PLTS di Masjid Agung diharapkan memicu program serupa di beberapa masjid lain di Palembang, termasuk rencana pengembangan panel surya di 4–5 masjid tua lain yang telah berdiri ratusan tahun, sehingga semakin memperluas efisiensi energi dan penggunaan sumber listrik terbarukan di kota ini.

Dengan langkah ini, Palembang bukan hanya menunjukkan upaya efisiensi biaya listrik, tetapi juga memposisikan diri sebagai pelopor transisi energi bersih di lingkungan fasilitas publik dan rumah ibadah, selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *