Dinkes Sumsel Imbau Warga Waspadai “Super Flu”, Ini Cara Cegah Penyebarannya

Daerah, Nasional, News, Sumsel1375 Dilihat
banner 468x60

Palembang,MRS – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap penyakit influenza A (H3N2) subclade K, yang belakangan dikenal di masyarakat sebagai “super flu”.

Penyakit ini telah terdeteksi melalui program surveilans kesehatan, dengan sejumlah kasus positif yang ditemukan di beberapa wilayah Sumsel. Varian H3N2 subclade K sebenarnya masih termasuk dalam keluarga influenza A, bagian dari flu musiman, namun tetap perlu diwaspadai karena dapat menular melalui droplet atau kontak dekat.

banner 336x280

Imbauan Dinkes & Pemantauan Kesehatan

Dinkes Sumsel telah mengeluarkan surat edaran kewaspadaan dini dan pemantauan kepada seluruh kabupaten/kota, fasilitas kesehatan seperti RSUD, puskesmas, dan klinik untuk siaga memonitor kemungkinan penularan penyakit pernapasan ini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, menegaskan bahwa situasi masih terkendali, tetapi masyarakat diimbau tidak panik dan tetap waspada, terutama di tengah musim penghujan yang sering mempercepat penyebaran penyakit saluran pernapasan.

Gejala & Upaya Pencegahan

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Demam

  • Batuk dan pilek

  • Nyeri tenggorokan

  • Sakit kepala
    Jika mengalami gejala tersebut, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Dinkes Sumsel juga mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan langkah pencegahan dasar seperti:
✅ Cuci tangan secara rutin
✅ Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
✅ Menggunakan masker saat sakit
✅ Meningkatkan daya tahan tubuh
Hal ini sejalan dengan imbauan serupa di daerah lain bahwa super flu bukan virus baru, melainkan bagian dari influenza musiman yang terus dipantau oleh otoritas kesehatan nasional serta WHO.

Pantauan & Harapan Ke Depan

Dinkes Sumsel akan terus memantau tren kasus dan melaporkan perkembangan situasi kesehatan masyarakat secara berkala. Koordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan fasilitas medis menjadi kunci dalam langkah pencegahan dan respons cepat terhadap kemungkinan lonjakan kasus.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *