PALEMBANG, MRS – Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) kian menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan komitmennya menekan angka kematian akibat dengue melalui pencanangan program Pemantauan Aktif Pencegahan Dengue, dengan target ambisius Sumsel Nol Kematian Akibat Dengue Tahun 2030.
Komitmen tersebut disampaikan Herman Deru saat meresmikan agenda “Pemantauan Aktif Pencegahan Dengue pada Anak Sekolah Dasar” yang digelar di Palembang, Rabu (18/2/2026). Program ini menitikberatkan upaya pencegahan sejak dini, khususnya di lingkungan sekolah dasar yang dinilai rentan terhadap penyebaran dengue.
“DBD bukan sekadar penyakit musiman. Ini sudah menjadi alarm bahaya. Karena itu, pencegahan harus dilakukan lebih awal, lebih aktif, dan menyentuh langsung kelompok rentan, termasuk anak-anak,” tegas Herman Deru.
Ia menekankan, pendekatan pemantauan aktif berbeda dengan pola penanganan konvensional yang cenderung reaktif. Melalui program ini, pemerintah mendorong deteksi dini kasus, pemetaan wilayah rawan, penguatan peran puskesmas, serta keterlibatan sekolah dan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Menurutnya, anak usia sekolah dasar menjadi fokus penting karena selain rentan tertular, mereka juga dapat menjadi agen perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga maupun sekolah.
“Kalau anak-anak sudah dibiasakan hidup bersih, menjaga lingkungan, dan paham bahaya DBD, dampaknya akan jauh lebih luas,” ujarnya.
Herman Deru juga mengingatkan bahwa fogging bukanlah solusi utama. Upaya paling efektif tetap pada pengendalian lingkungan, pengawasan jentik nyamuk secara rutin, serta perubahan perilaku masyarakat.
Ia meminta seluruh kepala daerah, dinas kesehatan, tenaga medis, hingga perangkat desa dan kelurahan untuk bergerak serentak. Kolaborasi lintas sektor, termasuk dunia pendidikan, dinilai menjadi kunci keberhasilan menekan angka kematian akibat dengue di Sumatera Selatan.
Dengan pencanangan pemantauan aktif ini, Pemprov Sumsel optimistis mampu menurunkan kasus DBD secara signifikan dan mewujudkan Sumsel bebas kematian akibat dengue pada 2030.


















