BANYUASIN, MRS – Menjelang momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, stok beras di Kabupaten Banyuasin dipastikan aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga usai perayaan. Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, usai melakukan inspeksi langsung ke fasilitas produksi beras PT Buyung Putra Pangan di Gasing, Talang Kelapa, Jumat (20/2/2026).
Dalam keterangannya kepada awak media, Erwin menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan atas instruksi Bupati guna mengantisipasi lonjakan permintaan beras yang biasanya terjadi selama Ramadan dan menjelang Lebaran. Dari hasil kunjungan, stok pangan pokok tersebut dinyatakan mencukupi untuk kebutuhan domestik daerah sampai hari raya tahun ini.
“Meskipun permintaan diperkirakan meningkat signifikan, terutama karena kebutuhan zakat fitrah yang biasanya menggunakan beras, setelah pengecekan langsung kami menyatakan bahwa stok mencukupi hingga Lebaran nanti,” ujar Erwin Ibrahim.
Namun demikian, lanjutnya, pihaknya memperkirakan harga beras di pasaran lokal akan mengalami kenaikan dalam kisaran 10% hingga 20% saat puncak permintaan Lebaran nanti. Faktor ini menurutnya bukan disebabkan oleh kekurangan stok, melainkan tren permintaan yang meningkat secara signifikan di semua lini, termasuk pedagang dan konsumen rumah tangga.
Pengecekan ini juga melibatkan perusahaan pengolahan yang memproduksi beras sekitar 1.000 ton per hari. Dari jumlah produksi harian tersebut, sekitar 200 ton disalurkan ke Sumatera Selatan, 200 ton ke Jambi, 400 ton ke Pekanbaru, dan sisanya dipasarkan ke luar Pulau Jawa. Hal ini memberikan jaminan tambahan bahwa pasokan lokal tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan Banyuasin, tetapi juga beberapa wilayah lain di luar provinsi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menjaga ketahanan pangan di daerah, Pemerintah Kabupaten Banyuasin memberikan apresiasi kepada PT Buyung Putra Pangan melalui penghargaan dari Badan Ketahanan Pangan setempat. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari upaya sinergis pemerintah daerah bersama pelaku usaha dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok, khususnya di musim perayaan besar nasional seperti Ramadan dan Lebaran.



















