LUBUK LINGGAU, MRS – Pelaksanaan kegiatan Reses DPRD Kota Lubuk Linggau 2026 Tahap I resmi dimulai. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Lubuk Linggau dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), Almeidy Sastra Dikrama, S.H., M.H., atau yang akrab disapa Midun, turun langsung menemui konstituen di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Jogoboyo, Kecamatan Lubuk Linggau Utara II, pada Senin (16/03/2026).
Kegiatan Reses DPRD Kota Lubuk Linggau 2026 ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Dalam forum yang dihadiri sekitar 100 warga tersebut, Almeidy menunjukkan dedikasinya dengan merespons cepat berbagai keluhan, mulai dari perbaikan jalan, lampu penerangan, hingga persoalan pungutan liar di sektor pendidikan.
Respons Cepat Infrastruktur pada Reses DPRD Kota Lubuk Linggau 2026
Salah satu sorotan utama dalam pertemuan ini adalah keberanian Almeidy dalam mengambil langkah konkret. Saat seorang warga Kelurahan Keputraan, Wiwik, melaporkan kerusakan jalan berlubang di Jalan Gentayu (akses menuju Ponpes Al-Azhariyah), Almeidy langsung menghubungi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Lubuk Linggau di tempat acara berlangsung.
Langkah ini diambil untuk memastikan pihak dinas segera melakukan survei lapangan. “Kita pastikan aspirasi ini tidak hanya dicatat, tapi langsung dikonfirmasikan ke dinas terkait agar segera direalisasikan,” ujar Almeidy yang disambut antusias oleh warga. Hal ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan dalam agenda Reses DPRD Kota Lubuk Linggau 2026.
Aspirasi Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Fasilitas Lingkungan
Selain infrastruktur jalan, Nur Aini, warga RT.03 Keputraan, mengusulkan pengadaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di tiga lorong wilayahnya. Kondisi jalan yang gelap dinilai menghambat mobilitas dan meningkatkan risiko kriminalitas. Menanggapi hal tersebut, Almeidy berjanji akan segera mengusulkan ketersediaan tiang dan lampu melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pada tahun anggaran ini.
Lebih lanjut, dalam forum Reses DPRD Kota Lubuk Linggau 2026 ini, warga juga mengusulkan pembangunan drainase (siring) dan handle pengaman di jalan yang terjal. Sebagai bentuk komitmen pribadi, Almeidy menyatakan akan menanggung biaya pembuatan tangga akses warga di RT.04 menggunakan dana pribadinya agar pembangunan bisa dilakukan tanpa menunggu birokrasi anggaran pemerintah yang memakan waktu lama.
Komitmen Sektor Pendidikan dan Kesehatan dalam Reses DPRD Kota Lubuk Linggau 2026
Persoalan pendidikan juga menjadi isu sensitif yang diangkat oleh Bapak Basir. Ia melaporkan adanya dugaan praktik suap dalam penerimaan siswa baru jalur prestasi di salah satu madrasah. Almeidy menegaskan bahwa pihaknya sangat mengecam praktik tersebut.
“Meskipun madrasah berada di bawah naungan Kemenag, kami tetap akan melakukan koordinasi teknis. Kami meminta warga melampirkan bukti agar bisa segera ditindaklanjuti,” tegasnya. Beliau juga mengajak warga untuk memanfaatkan Rumah Aspirasi Almeidy Sastra Dikrama sebagai wadah pengaduan berkelanjutan.
Di sektor kesehatan, masyarakat diingatkan untuk memanfaatkan program Linggau Berobat Hanya Pakai KTP di RSUD setempat, terutama bagi warga yang mengalami kendala administrasi BPJS PBI-JK.
Penanggulangan Sampah dan Keamanan Lingkungan
Keluhan terkait pengelolaan sampah di Kelurahan Linggau Ilir juga mengemuka dalam Reses DPRD Kota Lubuk Linggau 2026. Untuk mengatasi pembuangan sampah sembarangan, Almeidy berencana memasang kamera pemantau (CCTV) di titik-titik rawan. Hal ini selaras dengan upaya pemerintah kota dalam menjaga kebersihan lingkungan secara masif.
Lurah Keputraan, Zul Amri, mengakui bahwa Almeidy adalah sosok legislator yang aktif. “Beberapa usulan fisik seperti pembangunan talud di Keputraan sudah direspon cepat dan akan dieksekusi setelah hari raya Idul Fitri,” ungkap Zul Amri.
Kesimpulan dan Tindak Lanjut
Sebagai penutup, Almeidy Sastra Dikrama menegaskan bahwa setiap pembangunan fisik nantinya harus mempekerjakan warga lokal setempat guna meningkatkan ekonomi kerakyatan. Seluruh aspirasi yang terjaring dalam Reses DPRD Kota Lubuk Linggau 2026 ini akan diperjuangkan dalam rapat paripurna mendatang untuk menjadi prioritas pembangunan daerah.





















