PALEMBANG, MRS – Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, akhirnya angkat bicara menanggapi derasnya kritik fraksi-fraksi DPRD. Ia menegaskan, seluruh masukan tidak akan diabaikan dan siap ditindaklanjuti secara konkret.
Pernyataan itu disampaikan saat memberikan jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna ke-9 Masa Persidangan II Tahun 2026, yang digelar di Ruang Rapat DPRD Kota Palembang, Senin (6/4/2026).
Rapat berlangsung dinamis. Sejumlah fraksi sebelumnya melontarkan berbagai catatan kritis, mulai dari persoalan infrastruktur jalan rusak, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga pelayanan publik yang dinilai masih perlu ditingkatkan.
Menanggapi hal tersebut, Ratu Dewa menegaskan bahwa kritik yang disampaikan DPRD merupakan bagian penting dari proses evaluasi pemerintahan.
“Semua masukan dari fraksi-fraksi akan kami tindak lanjuti sebagai bahan perbaikan kinerja ke depan,” tegasnya di hadapan peserta sidang.
Ia juga menekankan bahwa forum paripurna bukan sekadar formalitas, melainkan ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam menentukan arah pembangunan Kota Palembang.
Sebagai langkah konkret, Ratu Dewa memastikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan didorong untuk segera merespons dan menindaklanjuti setiap catatan yang disampaikan DPRD, terutama yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, DPRD menegaskan bahwa pembahasan LKPJ harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintah, termasuk penanganan banjir, pengelolaan sampah, hingga penerangan jalan.
Dengan komitmen tersebut, publik kini menanti realisasi nyata dari janji pemerintah dalam menjawab kritik legislatif—apakah akan berujung pada perubahan, atau sekadar menjadi catatan tahunan.



















