PALEMBANG, MRS – Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, langsung tancap gas usai melantik sejumlah pejabat strategis di lingkungan Pemkot Palembang. Tak hanya seremoni, ia langsung menyoroti dua persoalan krusial: krisis air bersih dan carut-marutnya pengelolaan pasar tradisional.
Pelantikan tersebut digelar pada Senin (6/4/2026) dan menjadi bagian dari langkah cepat pemerintah dalam membenahi sektor pelayanan publik secara menyeluruh.
Sejumlah nama penting dilantik, mulai dari kepala dinas hingga jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), termasuk direksi baru Perumda Tirta Musi dan PD Pasar Palembang Jaya.
Namun, pesan Ratu Dewa jelas: jabatan bukan sekadar posisi, tapi tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah nyata di lapangan.
“Saya minta seluruh pejabat yang baru dilantik untuk langsung turun ke lapangan dan bekerja cepat sesuai kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Krisis Air Bersih Jadi Alarm Serius
Ratu Dewa secara khusus menyoroti persoalan air bersih yang masih menghantui sebagian wilayah Palembang. Saat ini, masih ada sekitar 13 persen wilayah yang belum terlayani air bersih secara optimal.
Ia pun memasang target tegas: 100 persen layanan air bersih harus tercapai pada tahun 2027.
“Tidak boleh ada lagi kawasan yang kesulitan akses air bersih,” ujarnya dengan nada serius.
Instruksi ini langsung diarahkan kepada jajaran baru Perumda Tirta Musi untuk bergerak cepat memperluas jaringan distribusi air ke seluruh wilayah kota.
Pasar Tradisional Disorot, Pungli Jadi Musuh Bersama
Selain air bersih, perhatian besar juga diberikan pada pengelolaan pasar tradisional. Ratu Dewa menilai masih banyak persoalan klasik yang harus dibenahi, mulai dari ketidakteraturan pedagang hingga dugaan praktik pungutan liar.
Ia meminta manajemen PD Pasar Palembang Jaya bekerja profesional, transparan, dan bersih dari pungli.
“Saya sudah koordinasi dengan Polda untuk penertiban. Jangan sampai ada oknum internal yang justru bermain,” tegasnya.
Penataan pedagang, kebersihan, dan kenyamanan pasar juga menjadi fokus agar pasar tradisional mampu bersaing dan tetap diminati masyarakat.
Bukan Sekadar Rotasi, Ini Langkah Besar
Ratu Dewa menegaskan, pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan strategi percepatan reformasi pelayanan publik di Palembang.
Ia bahkan menargetkan seluruh posisi kosong di lingkungan Pemkot, termasuk camat dan lurah, bisa segera terisi dalam waktu dekat.
Dengan langkah tegas ini, publik kini menanti: apakah gebrakan ini benar-benar mampu menyelesaikan masalah klasik Palembang, atau hanya menjadi janji di atas kertas?



















