BATURAJA, MRS – Terobosan besar di sektor pendidikan dan kesehatan kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Melalui kerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Pemkab OKU resmi membuka program beasiswa kedokteran bagi putra-putri daerah.
Program ini ditujukan khusus bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, sebagai langkah nyata mencetak dokter dari daerah sekaligus menjawab kebutuhan tenaga medis di OKU.
Bupati OKU, Teddy Meilwansyah, menegaskan bahwa program ini lahir dari aspirasi masyarakat, terutama di wilayah terpencil yang masih kekurangan tenaga dokter.
“Banyak anak-anak kita punya potensi besar, tapi terkendala biaya. Program ini hadir agar mereka bisa meraih cita-cita menjadi dokter,” ujarnya.
Program beasiswa ini akan mulai berjalan pada tahun ajaran 2026 dengan kuota sekitar 20 orang. Peserta berasal dari siswa kelas XII SMA atau sederajat, baik negeri maupun swasta di wilayah OKU, yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik.
Selain itu, calon penerima juga harus berasal dari keluarga kurang mampu serta berdomisili di OKU minimal tiga tahun. Proses pendaftaran dilakukan melalui sekolah masing-masing, yang akan mengusulkan siswa terbaik untuk mengikuti seleksi.
Selanjutnya, tim dari Pemkab OKU akan melakukan verifikasi langsung ke lapangan sebelum peserta melanjutkan proses seleksi ke Fakultas Kedokteran UIN Jakarta.
Menariknya, seluruh biaya pendidikan bagi peserta yang lolos akan ditanggung penuh oleh pemerintah daerah. Program ini sekaligus menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi keterbatasan tenaga dokter, terutama di daerah pelosok.
Tak hanya itu, para mahasiswa juga akan mendapatkan pembinaan khusus di tahun pertama guna memastikan kesiapan akademik selama menempuh pendidikan kedokteran.
Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab OKU dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat layanan kesehatan di daerah.
Ke depan, para penerima beasiswa diharapkan dapat kembali mengabdi di kampung halaman dan menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
Dengan program ini, mimpi menjadi dokter kini bukan lagi milik segelintir orang, tetapi terbuka luas bagi generasi muda OKU yang berprestasi dan memiliki semangat untuk membangun daerahnya.



















