PALEMBANG, MRS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan menggelar rapat perhitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) kabupaten/kota se-Sumatera Selatan sebagai langkah strategis dalam mengukur kesiapan wilayah menghadapi berbagai potensi ancaman dan bencana.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat sistem penanggulangan bencana berbasis data dan analisis yang terukur.
Melalui perhitungan IKD, BPBD Sumsel berupaya memetakan tingkat ketahanan masing-masing daerah, mulai dari aspek kesiapsiagaan, kapasitas sumber daya, hingga kemampuan respons terhadap bencana.
Hasil dari perhitungan tersebut nantinya akan menjadi acuan utama dalam penyusunan kebijakan serta program peningkatan kapasitas daerah secara lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.
BPBD Sumsel menegaskan bahwa IKD bukan sekadar angka, melainkan instrumen penting untuk melihat sejauh mana kesiapan daerah dalam menghadapi tantangan, baik bencana alam maupun risiko lainnya.
Dengan adanya IKD, pemerintah daerah diharapkan dapat lebih fokus dalam menentukan prioritas pembangunan, khususnya dalam penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
Selain itu, rapat ini juga menjadi wadah koordinasi antar kabupaten/kota guna menyelaraskan langkah serta strategi dalam meningkatkan ketahanan daerah secara kolektif.
BPBD Sumsel terus mendorong sinergi lintas sektor agar hasil IKD dapat diimplementasikan secara nyata dalam bentuk program dan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui pendekatan ini, diharapkan Sumatera Selatan semakin tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana serta mampu meminimalisir risiko yang dapat terjadi di masa mendatang. (Adv)


















