JAKARTA, MRS – Eskalasi konflik di Lebanon kian mengkhawatirkan dan memicu alarm serius bagi keselamatan warga negara Indonesia (WNI). DPR RI pun angkat suara, mendesak pemerintah bertindak cepat sebelum situasi semakin tak terkendali.
Anggota Komisi I DPR RI, Yudha Novanza Utama, menegaskan bahwa negara tidak boleh lengah dalam melindungi WNI, terutama yang berada di wilayah rawan konflik. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak menunggu kondisi memburuk baru mengambil langkah evakuasi.
“Keselamatan WNI harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai kita terlambat bertindak,” tegasnya.
Data Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mencatat ratusan WNI masih berada di Lebanon, termasuk warga sipil serta prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Ketegangan di kawasan tersebut meningkat seiring konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah yang terus memanas. Situasi yang fluktuatif ini dinilai berpotensi berkembang menjadi konflik terbuka yang lebih luas.
DPR mendesak pemerintah segera mematangkan rencana kontingensi, mulai dari jalur evakuasi, titik aman, hingga koordinasi lintas lembaga. Selain itu, komunikasi intensif dengan WNI di wilayah terdampak dinilai krusial agar mereka tetap mendapatkan informasi dan arahan yang jelas.
Sementara itu, pemerintah melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beirut memastikan kondisi WNI masih dalam keadaan aman dan terus dipantau. Namun, langkah antisipasi tetap disiapkan untuk menghadapi kemungkinan terburuk.
Tak hanya soal evakuasi, DPR juga mendorong pemerintah meningkatkan peran diplomasi internasional guna meredam konflik. Indonesia diharapkan aktif dalam forum global untuk mendorong deeskalasi dan menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.
Dengan situasi yang terus berkembang, DPR memastikan akan terus mengawal langkah pemerintah agar respons yang diambil cepat, tepat, dan mampu menjamin keselamatan seluruh WNI di Lebanon.



















