Sumsel Siaga Asap 2026! BPBD Kumpulkan TNI, BMKG hingga BIN, Status Darurat Segera Ditetapkan

banner 468x60

PALEMBANG, MRS – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai bergerak cepat menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menggelar rapat koordinasi penetapan status keadaan siaga darurat bencana asap, Senin (20/4/2026).

Rapat yang dipimpin langsung Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, Muhammad Iqbal Alisyahbana, berlangsung di Kantor BPBD Sumsel, Jalan Arah Bandara SMB II Palembang, dan dihadiri berbagai unsur strategis lintas sektor.

banner 336x280

Sejumlah instansi penting turut dilibatkan, di antaranya Korem 044/Gapo, BMKG, Basarnas, hingga Badan Intelijen Negara (BIN). Selain itu, turut hadir pula unsur kehutanan, perkebunan, kesehatan, hingga pihak bandara seperti Angkasa Pura II dan AirNav.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya antisipasi dini menghadapi ancaman karhutla yang berpotensi meningkat seiring kondisi cuaca ekstrem dan fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada tahun ini.

Dalam rapat tersebut, dibahas kesiapan masing-masing instansi, mulai dari personel, peralatan, hingga strategi penanganan terpadu, termasuk rencana pembentukan posko siaga dan penguatan patroli di wilayah rawan.

BPBD Sumsel menegaskan bahwa penetapan status siaga darurat menjadi langkah krusial agar seluruh sumber daya dapat dimobilisasi secara cepat dan terkoordinasi jika terjadi bencana asap.

Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi karhutla, mengingat dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, transportasi udara, hingga aktivitas ekonomi.

Selain itu, peran data cuaca dari BMKG serta deteksi dini titik panas (hotspot) menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan yang akan dioptimalkan tahun ini.

Dengan digelarnya rapat koordinasi ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan komitmen kuat untuk tidak lagi kecolongan dalam menghadapi musim kemarau, sekaligus memastikan kesiapsiagaan maksimal di seluruh wilayah rawan karhutla.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.

Penetapan status siaga darurat sendiri diharapkan segera diumumkan dalam waktu dekat sebagai langkah awal menghadapi potensi bencana asap 2026. (Adv)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *