BATURAJA, MRS – Suasana siang yang awalnya penuh keceriaan mendadak berubah menjadi kepanikan dan duka. Seorang bocah laki-laki berusia sekitar 12 tahun dilaporkan tenggelam di danau kawasan Perumahan Griya Sebimbing Sekundang, tepatnya di lingkungan RS Sriwijaya, Kelurahan Sekar Jaya, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Jumat (24/4/2026).
Peristiwa tragis itu terjadi saat korban tengah bermain dan berenang bersama teman-temannya. Namun nahas, ketika mencoba menuju bagian tengah danau, korban diduga tidak mampu mengendalikan diri di area yang memiliki kedalaman curam.
Menurut keterangan saksi mata, korban sempat berteriak meminta pertolongan sebelum akhirnya tenggelam.
“Dia sempat teriak ‘tolong’, tangannya juga kelihatan naik turun, habis itu langsung hilang,” ungkap salah satu warga yang menyaksikan kejadian tersebut.
Teriakan itu sontak membuat teman-temannya panik dan berlarian meminta bantuan warga sekitar. Dalam waktu singkat, lokasi kejadian dipadati warga yang berupaya melakukan pertolongan secara seadanya.
Sejumlah warga bahkan nekat menyelam untuk mencari korban. Namun kondisi air danau yang keruh serta kedalaman yang tidak terduga membuat proses pencarian berlangsung dramatis dan penuh ketegangan.
Suasana semakin haru ketika keluarga korban tiba di lokasi dan histeris menyaksikan proses pencarian yang dilakukan di tengah kerumunan warga.
Peristiwa ini kembali menyoroti minimnya pengamanan di area perairan tersebut. Danau yang diketahui kerap menjadi lokasi bermain anak-anak itu tidak dilengkapi rambu peringatan maupun pengawasan yang memadai.
Salah satu warga, Ujang, berharap pihak berwenang segera mengambil langkah tegas untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami minta ada imbauan dan pengamanan. Jangan sampai anak-anak dibiarkan bermain di tempat berbahaya tanpa pengawasan,” ujarnya.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, terutama di area berisiko tinggi.
Peristiwa ini juga menjadi alarm bagi pihak terkait untuk segera meningkatkan aspek keselamatan di ruang publik, agar keceriaan anak-anak tidak lagi berubah menjadi petaka dalam sekejap. (Hr)



















