Kemarau Ekstrem Mengintai! Herman Deru Minta Semua Pihak Satukan Persepsi Hadapi Ancaman Karhutla 2026

banner 468x60

PALEMBANG, MRS – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di Sumatera Selatan. Gubernur Herman Deru menegaskan pentingnya kesamaan persepsi dan sinergi seluruh pihak dalam menghadapi potensi kemarau ekstrem tahun 2026.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla 2026 di Palembang, Jumat (24/4/2026). Dalam forum tersebut, Herman Deru mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga perusahaan dan masyarakat untuk memperkuat langkah pencegahan sejak dini.

banner 336x280

“Kesamaan persepsi menjadi kunci agar langkah penanganan karhutla lebih efektif dan terarah,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa karhutla bukan persoalan biasa, karena berdampak luas terhadap kesehatan, lingkungan, hingga perekonomian masyarakat. Oleh sebab itu, pencegahan harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar penanganan saat kebakaran terjadi.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diprediksi datang lebih awal, yakni mulai Mei hingga Juni, dengan puncak kekeringan terjadi pada Agustus dan berlanjut hingga September dengan curah hujan yang masih rendah.

Kondisi ini diperparah oleh fenomena iklim global seperti Indian Ocean Dipole (IOD) yang menyebabkan berkurangnya potensi hujan di wilayah Indonesia, termasuk Sumatera Selatan.

Herman Deru menegaskan bahwa informasi dari BMKG bukan untuk menakut-nakuti, melainkan menjadi dasar dalam menyusun strategi mitigasi yang tepat dan terukur.

“Ini harus kita jadikan pijakan strategis untuk pencegahan dini. Jangan sampai kita lengah,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sumsel bersama Satgas Karhutla kini fokus memetakan wilayah rawan, meningkatkan patroli terpadu, serta memperkuat kesiapsiagaan personel di lapangan sebelum memasuki puncak musim kemarau.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta lebih peduli terhadap potensi kebakaran di lingkungan sekitar.

Dengan prediksi kemarau panjang yang berpotensi lebih kering dari tahun sebelumnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama untuk mencegah bencana karhutla yang dapat berdampak luas.

Pemerintah berharap upaya pencegahan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga menjadi kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat di Sumatera Selatan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *