PRABUMULIH, MRS – Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Feby Deru, menegaskan peran penting kader PKK sebagai garda terdepan dalam menjaga generasi muda dari berbagai ancaman negatif di era digital.
Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja sekaligus monitoring dan evaluasi (monev) di TP PKK Kota Prabumulih, Selasa (28/4/2026).
Dalam arahannya, Feby Deru menyoroti meningkatnya pengaruh negatif terhadap anak-anak, mulai dari kecanduan game online, judi online (judol), hingga bahaya narkoba yang mengintai tanpa mengenal usia.
“Ibu-ibu harus benar-benar hadir dalam kehidupan anak. Jangan sampai mereka terjerumus pada hal-hal yang merusak masa depan,” tegasnya.
Selain menekankan pengawasan, ia juga mendorong kader PKK untuk aktif memahami kondisi riil di lapangan, termasuk berbagai kendala yang dihadapi masyarakat, agar program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran.
Feby Deru juga mengajak TP PKK Prabumulih untuk mengambil peran strategis dalam Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), dengan memaksimalkan potensi lokal berbasis kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pemetaan kebutuhan menjadi kunci agar program tidak tumpang tindih dan mampu memberikan dampak nyata, termasuk dalam mendukung pemenuhan gizi keluarga.
Tak hanya itu, ia turut menjelaskan dinamika kelembagaan Posyandu yang kini berdiri terpisah dari struktur PKK, namun tetap bersinergi dalam pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan, Feby Deru juga menyerahkan berbagai bantuan, mulai dari buku Rakernas, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), alat permainan edukatif (APE), hingga sarana pendukung lainnya.
Sementara itu, Wali Kota Prabumulih, Arlan, menyebut kunjungan tersebut sebagai energi baru bagi kader PKK dalam menjalankan peran strategisnya di tengah masyarakat.
Menurutnya, PKK bukan sekadar organisasi, tetapi mitra penting pemerintah dalam membangun ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dengan penguatan peran kader dan sinergi lintas sektor, diharapkan TP PKK mampu menjadi benteng utama dalam melindungi generasi muda sekaligus mendorong kemandirian masyarakat di Sumatera Selatan.


















