Perkuat Perspektif Global, Cik Ujang Serap Strategi China Tekan Kemiskinan

banner 468x60

JAKARTA, MRS – Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, menghadiri kegiatan Lecturer Series dan diskusi panel bertema penguatan persahabatan China–Indonesia yang digelar di Ballroom 3 Hotel Mulia Senayan, Selasa (28/4/2026).

Forum ini menjadi ruang strategis dalam membahas tata kelola pemerintahan, pembangunan kawasan, serta strategi pengentasan kemiskinan melalui kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarnegara.

banner 336x280

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia sebagai upaya memperkuat kerja sama bilateral Indonesia–Tiongkok dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto untuk mewujudkan pembangunan yang merata hingga ke pelosok daerah.

Ia menyebutkan, sejumlah program strategis tengah disiapkan, termasuk peningkatan swasembada pangan dan penciptaan lapangan kerja, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurut Iftitah, Indonesia juga berupaya belajar dari keberhasilan Tiongkok dalam menekan angka kemiskinan secara signifikan melalui pendekatan pembangunan yang terintegrasi dan berorientasi pada masyarakat.

“Indonesia ingin memahami bagaimana pembangunan dapat menjangkau masyarakat di pinggiran, bukan hanya di pusat. Kemiskinan bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut martabat,” ujarnya.

Sementara itu, Cik Ujang menilai forum tersebut sangat penting bagi pemerintah daerah dalam memperkaya perspektif dan merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih efektif.

“Ini menjadi kesempatan bagi kami di daerah untuk belajar dari praktik terbaik yang telah berhasil diterapkan. Harapannya, hasil diskusi ini bisa diimplementasikan di Sumatera Selatan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat secara merata,” ungkapnya.

Melalui forum internasional ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat, sekaligus membuka peluang adopsi kebijakan berbasis pengalaman global guna mempercepat pengentasan kemiskinan di Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *