Herman Deru Perkuat Pendidikan Inklusif, Anak Berkebutuhan Khusus Jadi Prioritas Sumsel

banner 468x60

PALEMBANG, MRS — Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam memperkuat inklusi pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Kejuaraan Daerah Special Olympics Indonesia (SOIna) 2026 tingkat SLB se-Sumsel yang digelar di SLB Negeri Pembina, Kamis (30/4/2026).

banner 336x280

Dalam sambutannya, Herman Deru menyebut para peserta sebagai anak-anak hebat yang memiliki keistimewaan tersendiri. Ia mengapresiasi penyelenggaraan ajang tersebut sebagai wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membangun rasa percaya diri.

“Kalian semua adalah anak-anak hebat. Ini sebuah keistimewaan karena ada ruang untuk menunjukkan kemampuan. Kegiatan seperti ini harus terus ditingkatkan agar anak-anak semakin berani tampil,” ujarnya.

Menurutnya, ajang SOIna bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi dan membangun kebersamaan di antara anak-anak berkebutuhan khusus.

“Ini bukan soal menang atau kalah, tetapi bagaimana mereka merasa tidak sendiri dan memiliki lingkungan pertemanan yang suportif,” tambahnya.

Gubernur juga menegaskan kesiapan Sumsel dalam menyongsong visi Indonesia Emas dengan memastikan seluruh anak, termasuk penyandang disabilitas, mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.

Ia meminta para guru untuk terus memberikan pendampingan terbaik agar anak-anak berkebutuhan khusus mampu mandiri dan bersaing di masa depan.

Herman Deru turut mengapresiasi dedikasi para tenaga pendidik yang dinilai memiliki peran besar dalam membentuk masa depan para siswa.

“Pemerintah akan terus memberikan perhatian lebih dalam pelayanan pendidikan bagi anak-anak istimewa. Kebutuhan mereka akan terus kita tingkatkan,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap inklusivitas, ia juga mendorong agar ke depan setiap rapat paripurna DPRD dilengkapi penerjemah bahasa isyarat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Mondyaboni, menyampaikan bahwa Kejurda SOIna 2026 diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai daerah.

Ia menjelaskan, cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi atletik, bulu tangkis, dan lompat jauh.

“Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan potensi mereka. Kami berharap mereka dapat terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah,” pungkasnya.

Dengan semangat inklusi, Pemerintah Provinsi Sumsel terus berupaya memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal dalam mendapatkan hak pendidikan dan kesempatan untuk berkembang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *