Akses Jalan ke Pustu Desa Laya Belum Tersedia, Warga Desak Pemkab OKU Segera Bangun

banner 468x60

BATURAJA, MRS — Akses jalan menuju Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Laya, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), hingga kini belum tersedia. Kondisi tersebut dinilai menghambat mobilitas warga serta pemanfaatan layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Kepala Desa Laya, Komarudin MZ, mengatakan masyarakat sangat berharap adanya percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan lingkungan yang menjadi akses utama menuju fasilitas kesehatan.

banner 336x280

“Untuk akses ke pustu itu memang belum ada. Lahan sudah disiapkan dari tanah desa, tapi belum bisa dikembalikan menjadi tanah daerah. Rencana pembangunan kemungkinan di 2026 atau 2027,” ujarnya, Selasa (05/05/2026).

Ia menjelaskan, lahan untuk pembangunan jalan sebenarnya sudah dipangkas dari tanah desa. Namun secara administrasi, lahan tersebut belum dapat dialihkan menjadi aset pemerintah daerah.

Menurutnya, rencana pembangunan jalan tersebut juga telah melalui pengecekan oleh instansi terkait, termasuk bidang perumahan dan permukiman (Perkim).

Di sisi lain, bangunan pustu yang telah tersedia juga belum bisa dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah desa. Hal ini karena fasilitas tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan oleh pihak kontraktor.

“Pustu itu belum bisa diserahkan karena masih dalam masa pemeliharaan. Setelah enam bulan baru bisa diserahkan ke desa,” jelasnya.

Kondisi ini membuat warga mendesak pemerintah daerah agar segera membuka akses jalan, sehingga fasilitas kesehatan tersebut dapat difungsikan secara maksimal.

Tak hanya akses ke pustu, kondisi jalan lingkungan di Desa Laya juga menjadi perhatian serius. Infrastruktur yang belum memadai dinilai berpotensi menghambat penanganan kondisi darurat, seperti kebakaran.

“Kalau jalan lingkungan diperbaiki, akses akan lancar. Saat terjadi kebakaran, mobil pemadam bisa masuk. Ini yang sangat kami harapkan,” tambahnya.

Rencana pembangunan jalan tersebut diproyeksikan menghubungkan kawasan Tebing Pelayi hingga area sekitar masjid desa dengan panjang sekitar satu kilometer.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten OKU segera merealisasikan pembangunan tersebut guna meningkatkan konektivitas, pelayanan publik, serta keselamatan warga.

Pemerintah desa sendiri menyatakan siap mendukung penuh pengelolaan pustu, namun masih menunggu proses administrasi serta serah terima resmi dari dinas terkait.

Dengan berbagai keterbatasan yang ada, warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah agar pembangunan akses jalan dan fasilitas pendukung lainnya segera diwujudkan demi kesejahteraan bersama. (Hr)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *