JAKARTA, MRS — Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, mendorong percepatan penyelesaian proyek Tol Betung–Tempino–Jambi yang hingga kini masih terkendala persoalan pembebasan lahan.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri rapat koordinasi percepatan pembangunan jalan tol di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Selasa (5/5/2026).
Dalam forum tersebut, Cik Ujang menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Ia mengingatkan agar Sumatera Selatan tidak tertinggal dibandingkan wilayah lain, khususnya Pulau Jawa.
“Sumsel jangan sampai tertinggal. Jalan tol ini sangat penting untuk mendukung mobilitas dan konektivitas antarwilayah,” tegasnya.
Menurutnya, ruas tol Betung–Tempino sebenarnya sudah dapat dilalui secara terbatas, namun belum optimal akibat berbagai kendala teknis di lapangan.
Ia pun menargetkan dalam tiga hingga enam bulan ke depan proyek tersebut dapat difungsikan secara maksimal.
“Saya berharap sekitar November ruas tol ini sudah rampung dan bisa dimanfaatkan secara penuh oleh masyarakat,” ujarnya.
Cik Ujang menyoroti pembebasan lahan sebagai hambatan utama yang harus segera dituntaskan. Ia menegaskan proses tersebut harus dilakukan secara transparan dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.
“Pembebasan lahan ini jangan sampai berlarut-larut atau jatuh ke tangan yang salah,” tegasnya.
Ia juga membandingkan percepatan pembangunan infrastruktur di Pulau Jawa yang dinilai lebih progresif, meskipun memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.
“Di Sumatera jarak antarwilayah jauh, tapi justru pembangunannya lebih lambat. Ini harus kita percepat,” katanya.
Selain ruas Betung–Tempino, Cik Ujang juga menyinggung rencana pengembangan tol lain di Sumsel, seperti ruas Prabumulih–Muara Enim–Lahat–Lubuklinggau–Bengkulu. Ia mendorong agar proses pembebasan lahan untuk proyek tersebut segera dimulai sebagai langkah awal percepatan.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti persoalan Hak Guna Usaha (HGU) dan sertifikat hak milik yang kerap menjadi hambatan dalam pembangunan proyek strategis nasional.
Menurutnya, penyelesaian berbagai kendala tersebut sangat penting agar pembangunan infrastruktur di Sumatera Selatan dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.



















