Gebrak Rutilahu 2026, Herman Deru Hidupkan Semangat Gotong Royong Bangun Rumah Layak Huni

banner 468x60

PALEMBANG, MRS — Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan bahwa Program Gerakan Bersama Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Tahun 2026 bukan sekadar agenda seremonial, melainkan gerakan nyata untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.

   

banner 336x280

Hal tersebut disampaikannya saat meluncurkan program Gebrak Rutilahu di Kelurahan 11 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang, Selasa (5/5/2026).

“Ini bukan hanya membangun rumah, tapi membangun kebersamaan. Ketika semua pihak terlibat, di situlah lahir kepercayaan dan kepedulian,” ujar Herman Deru.

Program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap target nasional pembangunan 3 juta rumah. Di Sumatera Selatan, capaian tersebut dinilai cukup progresif berkat keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga para donatur.

Herman Deru menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya terletak pada anggaran, tetapi pada transparansi dan partisipasi aktif masyarakat. Ia bahkan mengingat pengalaman sukses program bedah rumah pada 2012 yang mampu memperbaiki ratusan rumah tanpa membebani APBD maupun APBN, hingga meraih pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia.

“Karena transparan, masyarakat percaya. Yang mampu ikut membantu, baik tenaga, material, maupun dana. Di situlah kekuatan gotong royong muncul,” jelasnya.

Ia pun mengajak seluruh kepala daerah di Sumsel untuk memperluas gerakan ini agar menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, tanpa membedakan latar belakang.

“Yang penting datanya valid dan tepat sasaran. Dari situ kita bangun solidaritas sosial,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumsel, Novian Aswardani, menjelaskan bahwa Program Gebrak Rutilahu merupakan implementasi dari kebijakan daerah dan nasional dalam percepatan peningkatan kualitas perumahan.

Sepanjang 2025, pembangunan rumah layak huni di Sumsel mencapai lebih dari 25 ribu unit, sementara peningkatan kualitas rumah tidak layak huni menyentuh lebih dari 4 ribu unit.

Pada 2026, target pembangunan rumah baru ditetapkan sebanyak 25.563 unit, serta peningkatan kualitas 3.000 unit rumah tidak layak huni di seluruh kabupaten/kota.

Selain itu, melalui dukungan CSR BUMD dan BAZNAS, perbaikan rumah juga terus didorong sebagai bagian dari kolaborasi lintas sektor.

Program ini diharapkan mampu mempercepat pengurangan kawasan kumuh, menekan angka kemiskinan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan di Sumatera Selatan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *