PALEMBANG, MRS — Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, memastikan seluruh keluarga korban kecelakaan maut antara Bus ALS dan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mendapatkan pendampingan serta fasilitas penuh dari Pemerintah Provinsi Sumsel.
Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat menjenguk keluarga korban di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Kamis (7/5/2026).
Dalam kunjungannya, Herman Deru menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban dan berdialog dengan sejumlah anggota keluarga yang tengah menunggu proses identifikasi jenazah.
Ia menegaskan bahwa Pemprov Sumsel akan menanggung kebutuhan keluarga korban selama berada di Palembang, mulai dari makan, minum, hingga penginapan.
“Kalau sampai selesai identifikasi, makan, minum, dan tempat tinggal keluarga korban akan difasilitasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan,” tegasnya.
Selain itu, Herman Deru memastikan proses pemulangan jenazah korban ke daerah asal akan dilakukan secara gratis bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang dipimpin Bobby Nasution.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan bagi keluarga korban musibah kecelakaan maut tersebut.
Berdasarkan data sementara, total terdapat 16 korban meninggal dunia yang berasal dari dua kendaraan berbeda. Tiga korban berada di dalam truk tangki, sedangkan 13 lainnya merupakan penumpang bus ALS.
Terkait penyebab kecelakaan, Herman Deru menyebut proses penyelidikan masih dilakukan pihak kepolisian.
“Itu ranahnya Bapak Kapolda, nanti beliau yang menjelaskan,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan kondisi jalan di Sumsel saat ini relatif baik sehingga faktor kehati-hatian pengemudi menjadi sangat penting.
“Jalan kita bagus, tinggal lagi bagaimana mengemudi dengan hati-hati,” katanya.
Herman Deru juga meminta PT Jasa Raharja segera memberikan santunan dan bantuan kepada seluruh korban tanpa diskriminasi.
“Jangan pandang bulu, semua korban harus mendapatkan bantuan,” tegasnya.
Saat ini seluruh jenazah korban telah dipindahkan dari RS Siti Aisyah Lubuklinggau ke RS Bhayangkara Palembang untuk proses identifikasi lanjutan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Ia menekankan proses identifikasi harus dilakukan secara teliti agar tidak terjadi kesalahan saat pemulangan jenazah kepada keluarga masing-masing.
“Identifikasi ini penting supaya tidak terjadi kesalahan korban saat dibawa pulang,” pungkasnya.

















