Banjir Muratara Meluas, BPBD Sumsel Turun Salurkan Bantuan dan Koordinasikan Penanganan Darurat

Berita, Daerah, Nasional, News, Sumsel1098 Dilihat
banner 468x60

MURATARA, MRS — Bencana banjir yang melanda Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, terus meluas dan berdampak pada ribuan warga di dua kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan logistik sekaligus melakukan koordinasi penanganan darurat di wilayah terdampak.

banner 336x280

Berdasarkan data sementara Pusdalops BPBD Kabupaten Muratara, banjir terjadi di Kecamatan Karang Jaya dan Kecamatan Rupit dengan total 17 desa terdampak. Di Kecamatan Karang Jaya, wilayah yang terdampak meliputi Desa Lubuk Kumbung, Sukaraja, Muara Batang Empu, Rantau Telang, Tanjung Agung, Sukamenang, Kelurahan Karang Jaya, Muara Tiku, Terusan, dan Embacang.

Sementara di Kecamatan Rupit, banjir merendam Desa Tanjung Beringin, Noman, Noman Baru, Batu Gajah, Batu Gajah Baru, Maur Lama, dan Maur Baru.

Data sementara mencatat sebanyak 2.867 kepala keluarga atau sekitar 11.468 jiwa terdampak banjir. Selain merendam 2.867 rumah warga, bencana ini juga menyebabkan satu unit rumah hanyut di Desa Terusan serta merusak lima jembatan penghubung di sejumlah desa terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Selatan yang diwakili Kabid Penanganan Darurat Sudirman, SKM., M.Si., mengatakan BPBD Sumsel telah turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

“BPBD Provinsi Sumsel terus melakukan koordinasi bersama BPBD Muratara dan instansi terkait untuk percepatan penanganan banjir, termasuk distribusi bantuan logistik bagi masyarakat terdampak,” ujarnya.

 

Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD Sumsel menyalurkan 300 paket bantuan sembako yang terdiri dari mie instan, sarden, gula pasir, minyak sayur, gandum, kecap manis, saus sambal, serta goodie bag untuk warga terdampak banjir.

Selain bantuan logistik, BPBD juga terus melakukan pemantauan perkembangan debit air Sungai Rupit yang meluap akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan laporan BPBD Muratara, ketinggian air di sejumlah titik mencapai 50 sentimeter hingga satu meter dan berpotensi meluas ke wilayah lain apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Banjir juga mengakibatkan aktivitas masyarakat lumpuh di sejumlah wilayah, terutama akibat putusnya akses jembatan penghubung antar desa. Warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan dan segera melapor jika membutuhkan bantuan darurat.

BPBD Sumsel memastikan penanganan akan terus dilakukan secara terpadu bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, serta relawan untuk mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak. (Adv)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *