Wagub Cik Ujang Turun Tangan, BPBD Sumsel Gerak Cepat Tangani Banjir Muratara yang Rendam Ribuan Rumah

banner 468x60

MURATARA, MRS — Bencana banjir yang melanda Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, terus meluas dan berdampak pada ribuan warga di dua kecamatan. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel bergerak cepat melakukan penanganan darurat dengan menyalurkan bantuan logistik sekaligus memperkuat koordinasi di lokasi terdampak.

banner 336x280

Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel terus memantau perkembangan banjir di Muratara dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak menjadi prioritas utama.

“Pemprov Sumsel melalui BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pihak terkait agar penanganan banjir berjalan cepat dan masyarakat terdampak segera mendapatkan bantuan,” tegas Cik Ujang.

 

Berdasarkan data sementara Pusdalops BPBD Kabupaten Muratara, banjir terjadi di Kecamatan Karang Jaya dan Kecamatan Rupit dengan total 17 desa terdampak.

Di Kecamatan Karang Jaya, wilayah yang terdampak meliputi Desa Lubuk Kumbung, Sukaraja, Muara Batang Empu, Rantau Telang, Tanjung Agung, Sukamenang, Kelurahan Karang Jaya, Muara Tiku, Terusan, dan Embacang.

Sementara di Kecamatan Rupit, banjir merendam Desa Tanjung Beringin, Noman, Noman Baru, Batu Gajah, Batu Gajah Baru, Maur Lama, dan Maur Baru.

Data sementara mencatat sebanyak 2.867 kepala keluarga atau sekitar 11.468 jiwa terdampak banjir. Selain merendam 2.867 rumah warga, bencana ini juga menyebabkan satu unit rumah hanyut di Desa Terusan serta merusak lima jembatan penghubung di sejumlah desa terdampak.

Lima jembatan yang putus masing-masing berada di Desa Tanjung Beringin, Desa Terusan, Desa Noman, Desa Sukamenang, dan Desa Batu Gajah. Putusnya akses jembatan membuat aktivitas masyarakat terganggu dan memperlambat distribusi bantuan ke sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Selatan yang diwakili Kabid Penanganan Darurat Sudirman, SKM., M.Si., mengatakan BPBD Sumsel telah turun langsung ke lokasi guna memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

“BPBD Provinsi Sumsel terus melakukan koordinasi bersama BPBD Muratara dan instansi terkait untuk percepatan penanganan banjir, termasuk distribusi bantuan logistik bagi masyarakat terdampak,” ujarnya.

Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD Sumsel menyalurkan 300 paket bantuan sembako yang terdiri dari 75 dus mie instan, 24 dus sarden, 15 dus gula pasir, 25 dus minyak sayur, 30 dus gandum, 12 dus kecap manis, 12 dus saus sambal, serta 300 lembar goodie bag untuk warga terdampak banjir.

Selain bantuan logistik, BPBD juga terus memantau perkembangan debit Sungai Rupit yang meluap akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan laporan lapangan, ketinggian air di sejumlah titik mencapai 50 sentimeter hingga satu meter dan berpotensi bertambah apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Wagub Cik Ujang juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan dan segera melapor kepada petugas apabila membutuhkan bantuan darurat.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengimbau warga tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” katanya.

Pemerintah Provinsi Sumsel memastikan penanganan banjir di Muratara akan terus dilakukan secara terpadu hingga kondisi masyarakat kembali pulih dan akses vital yang terdampak dapat difungsikan kembali.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *