Herman Deru Dukung Palembang Tourism Forum 2026, Soroti Pariwisata Berkelanjutan dan Inovasi Digital

banner 468x60

PALEMBANG, MRS — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Palembang Tourism Forum (PTF) Volume 3 Tahun 2026 yang akan digelar di Kampus Politeknik Pariwisata Palembang pada 20–21 Mei 2026.

Dukungan tersebut disampaikan Herman Deru saat menerima audiensi Direktur Politeknik Pariwisata Palembang di ruang tamu Gubernur Sumsel, Selasa (19/5/2026).

banner 336x280

 

Palembang Tourism Forum tahun ini mengusung tema “Smart and Sustainable Tourism for Palembang: Digital Innovation and AI Solution for Tourism Destination, Integrated Smart Service, Clean Environment and Historic Experience.” Forum internasional tersebut akan menghadirkan narasumber dari berbagai negara seperti Inggris, Taiwan, Malaysia, dan Australia.

Direktur Politeknik Pariwisata Palembang, Iwan Riady, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah strategis untuk membahas masa depan sektor pariwisata berbasis teknologi, keberlanjutan lingkungan, dan peningkatan kualitas layanan wisata.

Menurut Herman Deru, pengembangan sektor pariwisata saat ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan keindahan alam semata, tetapi harus mampu menghadirkan pengalaman wisata yang menarik, nyaman, dan berkesan bagi pengunjung.

“Pariwisata harus dibangun secara berkelanjutan dan sesuai karakteristik daerah. Jangan memaksakan destinasi yang sebenarnya tidak potensial dan hanya bersifat sesaat,” ujar Herman Deru.

Ia menilai, salah satu tantangan utama sektor pariwisata di Sumsel adalah minimnya inovasi dan atraksi pendukung yang membuat wisatawan belum bertahan lama di suatu destinasi.

Karena itu, Herman Deru mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk mulai memperkuat konsep wisata berbasis pengalaman (experience tourism) yang dipadukan dengan teknologi digital dan pelayanan terintegrasi.

Selain itu, Herman Deru juga membuka peluang pengembangan health tourism atau wisata kesehatan sebagai salah satu sektor potensial yang dapat dikembangkan di Sumatera Selatan.

Menurutnya, keberadaan kampus pariwisata harus mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dan industri pariwisata melalui kajian akademis, pelatihan, serta pendampingan kepada pelaku wisata.

“Kalau bicara pariwisata, bukan hanya soal hotel atau pemandu wisata, tetapi bagaimana membuat orang betah dan ingin datang kembali. Kampus harus hadir memberi solusi dan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga mencontohkan kawasan Pagar Alam sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi wisata besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan dengan tetap mengedepankan kesejahteraan masyarakat lokal.

Herman Deru menegaskan pemerintah akan terus berperan sebagai fasilitator dalam pengembangan sektor pariwisata, sementara kajian akademis dan pemetaan potensi daerah perlu diperkuat agar pembangunan destinasi wisata lebih tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *