Cik Ujang Tegaskan Guru Harus Sejahtera dan Terlindungi dalam Seminar Hardiknas 2026 di Palembang

banner 468x60

PALEMBANG, MRS — Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Cik Ujang menegaskan pentingnya kesejahteraan dan perlindungan profesi guru sebagai fondasi utama dalam menciptakan pendidikan berkualitas di era digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI).

 

banner 336x280

Hal tersebut disampaikan Cik Ujang saat menghadiri Seminar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 bertema “Apa Kabar Guru? Sejahtera, Perlindungan Nyata dan Pendidikan Berkualitas” yang digelar Sumatera Ekspres di Auditorium Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Khusus Direktorat Jenderal GTK Kemendikdasmen RI Arif Jamali Mu’is, General Manager Sumatera Ekspres Iwan Irawan, ratusan guru, serta peserta seminar dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya, Cik Ujang menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak akan berhasil tanpa keberpihakan nyata kepada guru sebagai ujung tombak dunia pendidikan.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan meyakini bahwa pembangunan pendidikan tidak akan pernah berhasil tanpa keberpihakan nyata kepada guru,” ujar Cik Ujang.

Menurutnya, guru memiliki peran besar dalam membentuk masa depan bangsa karena dari tangan para guru lahir pemimpin, ilmuwan, birokrat, hingga generasi penerus bangsa.

Ia menilai perhatian terhadap kesejahteraan dan perlindungan guru harus menjadi prioritas bersama agar para pendidik dapat menjalankan tugas dengan tenang, aman, dan bermartabat.

“Guru yang sejahtera akan mengajar dengan tenang. Guru yang terlindungi akan bekerja dengan bermartabat. Dan guru yang kuat akan melahirkan pendidikan yang berkualitas,” tegasnya.

Selain itu, Cik Ujang juga menyoroti tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, mulai dari pemerataan kualitas pendidikan, transformasi digital, hingga adaptasi terhadap perkembangan Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, masih banyak guru yang menghadapi tekanan administratif, keterbatasan sarana pendidikan, hingga persoalan sosial dan hukum dalam menjalankan tugas di lapangan.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumsel terus mendorong peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan komunitas belajar, transformasi pembelajaran berbasis teknologi, serta penguatan pendidikan karakter.

Cik Ujang menegaskan kemajuan teknologi tidak dapat menggantikan peran guru sebagai pembimbing moral dan pembentuk karakter peserta didik.

“Teknologi dapat membantu proses pembelajaran, tetapi keteladanan guru tidak dapat digantikan oleh mesin. Kecerdasan Buatan dapat menjawab pertanyaan, tetapi tidak dapat menggantikan empati dan ketulusan seorang guru,” ungkapnya.

Sementara itu, General Manager Sumatera Ekspres, Iwan Irawan, mengatakan seminar tersebut menjadi ruang diskusi untuk mencari solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi guru di era perubahan pola pendidikan dan perkembangan generasi saat ini.

Ia menilai guru masih kerap menghadapi persoalan hukum dan tekanan dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik.

“Padahal menjadi guru sangat sulit dengan pola generasi dan pola pendidikan yang terus berubah,” katanya.

Melalui seminar tersebut, diharapkan lahir berbagai rekomendasi dan solusi konkret untuk memperkuat perlindungan profesi guru sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatera Selatan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *