PALEMBANG, MRS — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan mendapat dukungan helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna memperkuat penanganan darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumsel tahun 2026.

Dukungan tersebut diterima BPBD Sumsel pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 15.30 WIB dalam kegiatan yang melibatkan BPBD Provinsi Sumsel, personel Lanud Sultan Mahmud Badaruddin II, serta kru operator dari PT Arya Guna Aksata (AGA).
Helikopter jenis Black Hawk N360UH/UH-60A milik PT Arya Guna Aksata tersebut disiapkan untuk mendukung operasi pemadaman melalui water bombing di sejumlah wilayah rawan karhutla di Sumatera Selatan.
Kehadiran armada udara tersebut menjadi langkah strategis dalam mempercepat respons penanganan kebakaran hutan dan lahan, terutama memasuki musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko munculnya titik api di berbagai daerah.
BPBD Sumsel menegaskan dukungan helikopter water bombing dari BNPB merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah dalam mengantisipasi dampak bencana asap yang selama ini menjadi perhatian serius di Sumatera Selatan.
Selain operasi pemadaman udara, BPBD Sumsel juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait guna menekan potensi karhutla sejak dini.
Upaya mitigasi yang dilakukan meliputi patroli terpadu, pemantauan hotspot, edukasi masyarakat, serta peningkatan kesiapan personel dan peralatan penanggulangan bencana.
Dengan dukungan armada udara tersebut, diharapkan penanganan karhutla di Sumatera Selatan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif sehingga dampak asap terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, dan aktivitas ekonomi dapat diminimalisir.


















