Herman Deru Dorong Percepatan Pelabuhan Tanjung Carat, Fokus Kurangi Kemacetan Logistik di Palembang

banner 468x60

PALEMBANG, MRS — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menegaskan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat bukan hanya bertujuan memperkuat sektor ekspor-impor, tetapi juga menjadi solusi mengurangi kepadatan lalu lintas logistik yang selama ini membebani Kota Palembang.

 

banner 336x280

Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat menerima jajaran PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo di ruang tamu Gubernur Sumsel, Rabu (20/5/2026) sore, dalam pembahasan percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat.

Menurut Herman Deru, aktivitas logistik di Palembang saat ini sudah semakin padat karena pelabuhan utama masih berada di tengah kota. Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap kenyamanan masyarakat serta memperparah kemacetan lalu lintas kendaraan berat.

“Pelabuhan ini bukan sekadar bisnis, tetapi juga menyangkut aspek kemanusiaan. Kita ingin aktivitas logistik lebih tertata sehingga masyarakat tidak terus-menerus terdampak kemacetan truk angkutan berat di dalam kota,” ujarnya.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Sumsel tidak memiliki rencana menutup pelabuhan lama seperti Boom Baru maupun Sungai Lais. Namun, aktivitas kendaraan logistik yang melintasi pusat kota perlu dibatasi secara bertahap demi menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Boom Baru dan Sungai Lais tetap berjalan. Yang kita atur adalah lalu lintas logistiknya agar tidak lagi membebani kawasan tengah kota,” katanya.

Herman Deru menilai percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Sumsel sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai pintu gerbang ekspor di wilayah Sumatera.

Selain itu, pembangunan pelabuhan baru tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem distribusi barang yang lebih efisien dan terintegrasi dengan kawasan industri.

Sementara itu, Direktur Komersial PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Farid Padang, menyatakan Pelindo siap mendukung penuh percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat yang diproyeksikan menjadi pelabuhan internasional baru di Sumsel.

Menurutnya, konsep pengembangan Tanjung Carat akan mengintegrasikan pelabuhan dengan kawasan industri sehingga mampu meningkatkan daya saing logistik dan perdagangan daerah.

Farid juga memastikan keberadaan Tanjung Carat tidak akan mematikan pelabuhan lama. Sebaliknya, pelabuhan eksisting seperti Boom Baru akan difungsikan sebagai feeder atau pelabuhan pendukung operasional.

“Pelabuhan lama tetap memiliki peran penting sebagai penyangga operasional. Konsep ini sudah diterapkan di banyak negara dan terbukti efektif,” jelasnya.

Pelindo berharap dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumsel dalam mempercepat realisasi pembangunan pelabuhan strategis tersebut agar manfaat ekonominya segera dirasakan masyarakat dan pelaku usaha di Sumatera Selatan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *