OGAN ILIR, MRS — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menegaskan pentingnya penguatan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan pesantren dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan era digital yang semakin cepat.
Hal itu disampaikan Herman Deru saat menghadiri Haflah Milad ke-76 dan Wisuda Kelas Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Salatiga Tahun Ajaran 2025/2026 di Gedung Olahraga dan Serbaguna Kampus A Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Salatiga, Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (21/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru mengapresiasi perkembangan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum yang dinilai terus mengalami kemajuan dan mampu mencetak generasi muda berkualitas yang berkiprah di berbagai bidang.
“Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kuat,” ujar Herman Deru.
Ia menilai pendidikan berbasis pesantren menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi harus tetap dibarengi dengan pembangunan karakter agar generasi muda mampu bersaing tanpa kehilangan nilai moral.
Herman Deru juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi informasi yang mengharuskan generasi muda untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Dunia berubah sangat cepat. Teknologi berkembang luar biasa. Karena itu anak-anak kita harus siap menghadapi tantangan global dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang kuat,” katanya.
Ia mengaku bangga terhadap capaian Pondok Pesantren Raudhatul Ulum yang dinilai berhasil melahirkan lulusan berkualitas dan mampu bersaing masuk ke berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Menurut Herman Deru, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pesantren mampu menghadirkan pendidikan berkualitas dan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Selain itu, Herman Deru juga mendorong peningkatan fasilitas pendidikan di lingkungan pondok pesantren, termasuk pembangunan asrama guna menunjang kenyamanan serta kualitas pembelajaran para santri.
“Pendidikan yang baik harus didukung fasilitas yang memadai agar proses pembentukan karakter dan peningkatan kualitas SDM berjalan optimal,” tegasnya.
Sementara itu, Mudir Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, K.H. Tol’at Wafa Ahmat, Lc., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan masyarakat terhadap pondok pesantren yang dipimpinnya.
Ia menyebut pada Tahun Ajaran 2025/2026 sebanyak 482 siswa mengikuti wisuda dari berbagai jenjang pendidikan, mulai Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, hingga Aliyah.
Menurutnya, banyak alumni Pondok Pesantren Raudhatul Ulum yang telah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar negeri.
Kegiatan Haflah Milad dan wisuda tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan, sekaligus menjadi momentum memperkuat komitmen dunia pendidikan pesantren dalam mencetak generasi unggul, religius, dan siap menghadapi tantangan masa depan.



















