PALEMBANG, MRS — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menegaskan pentingnya pendataan menyeluruh terhadap penderita celah bibir dan langit-langit di Sumsel agar seluruh pasien mendapatkan penanganan medis yang tepat dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri kegiatan Bakti Sosial Operasi Celah Bibir dan Langit-Langit yang digelar melalui program CSR Bank Sumsel Babel (BSB) di Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Sumsel, Jumat (22/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Herman Deru meminta Dinas Kesehatan Sumsel segera melakukan inventarisasi dan penyisiran terhadap penderita celah bibir di seluruh wilayah Sumatera Selatan agar tidak ada pasien yang terlewat dari layanan kesehatan.
“Harus didata secara menyeluruh. Jangan sampai masih ada anak-anak yang belum tersentuh penanganan hanya karena tidak terdata,” ujar Herman Deru.
Menurutnya, operasi celah bibir dan langit-langit bukan hanya berkaitan dengan penampilan fisik, tetapi juga menyangkut kualitas hidup pasien, terutama kemampuan berbicara, makan, hingga tumbuh kembang anak.
Ia menilai program sosial seperti ini memberikan dampak besar bagi masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu yang membutuhkan bantuan biaya operasi dan pendampingan medis.
“Operasi ini sangat membantu meningkatkan rasa percaya diri dan kualitas hidup pasien. Anak-anak harus tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang baik,” katanya.
Herman Deru juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumsel untuk terus menghadirkan program nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya dalam momentum peringatan HUT ke-80 Provinsi Sumsel.
Selain itu, ia menekankan pentingnya publikasi kegiatan pelayanan sosial agar masyarakat mengetahui berbagai upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan.
Sementara itu, Plt Direktur RSKGM Sumsel, drg. Novita Idayani, menjelaskan kegiatan operasi celah bibir dan langit-langit tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial HUT ke-80 Sumsel.
Menurutnya, kasus celah bibir dan langit-langit di Sumsel masih tergolong tinggi dan membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.
“Kelainan ini dapat mengganggu proses menyusui, pertumbuhan, hingga perkembangan anak. Karena itu, penanganan sejak dini sangat penting,” ujarnya.
Dari total 30 pasien yang mendaftar, sebanyak 20 pasien dinyatakan memenuhi syarat menjalani operasi. Pasien berasal dari berbagai daerah di Sumsel seperti Palembang, OKI, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Empat Lawang.
Direktur Operasional Bank Sumsel Babel, Festero Mohamad Papeko, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial perusahaan bersama para donatur terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan medis.
Total bantuan yang disalurkan dalam kegiatan operasi sosial tersebut mencapai Rp234 juta, dengan sebagian besar anggaran digunakan untuk mendukung operasional tindakan medis bagi para pasien.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumsel berharap semakin banyak penderita celah bibir dan langit-langit mendapatkan akses pengobatan yang layak sehingga mampu tumbuh sehat, percaya diri, dan memiliki masa depan yang lebih baik.


















