PALEMBANG, MRS — Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (DPD AMKI) Sumatera Selatan resmi meluncurkan program diskusi publik bertajuk “Kopi Senja” usai pelantikan kepengurusan periode 2025–2029 di Aula Lantai 3 DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (22/5/2026).
Program “Kopi Senja” digagas sebagai ruang dialog terbuka yang mempertemukan insan media, pemerintah, akademisi, komunitas, hingga pegiat media sosial untuk membahas berbagai isu strategis daerah secara lebih santai, kritis, dan solutif.
Ketua DPD AMKI Sumsel, Dede Umar, mengatakan kehadiran “Kopi Senja” menjadi langkah awal AMKI Sumsel dalam membangun budaya diskusi publik yang sehat di tengah derasnya arus digitalisasi informasi dan maraknya disinformasi di media sosial.
“Melalui Kopi Senja, kami ingin menghadirkan ruang diskusi yang terbuka dan produktif. Bukan hanya membahas persoalan daerah, tetapi juga melahirkan gagasan dan solusi yang bisa menjadi masukan bagi pemerintah maupun masyarakat,” ujar Dede Umar.
Menurutnya, tantangan dunia media saat ini tidak hanya soal kecepatan informasi, tetapi juga bagaimana menjaga kualitas, integritas, serta edukasi publik di era konvergensi media dan kecerdasan buatan (AI).
Karena itu, AMKI Sumsel berkomitmen menjadikan “Kopi Senja” sebagai forum rutin yang membahas isu-isu aktual seperti literasi digital, penguatan UMKM, pembangunan daerah, investasi, pendidikan, lingkungan, hingga pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata.
Dede menegaskan, forum tersebut juga akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar diskusi yang lahir tidak sekadar menjadi wacana, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi konkret bagi pembangunan Sumatera Selatan.
“Kami ingin media tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.
Ketua Umum AMKI, Tundra Meliala Wartonagoro, turut mengapresiasi peluncuran program tersebut. Ia menilai “Kopi Senja” dapat menjadi inovasi positif dalam memperkuat ekosistem media konvergensi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Menurut Tundra, AMKI hadir bukan hanya sebagai wadah perusahaan media lintas platform, tetapi juga sebagai penggerak literasi digital dan ruang kolaborasi antarmedia di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.
Sebelumnya, AMKI Sumsel juga telah menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan DPRD Sumsel terkait penguatan literasi digital serta edukasi publik dalam menghadapi tantangan era digital dan penyebaran hoaks.
Peluncuran “Kopi Senja” mendapat respons positif dari berbagai kalangan yang hadir dalam pelantikan DPD AMKI Sumsel. Forum tersebut diharapkan mampu menjadi wadah kolaboratif dalam membangun ruang informasi yang sehat, independen, dan berpihak pada kepentingan publik.
Selain peluncuran program baru, pelantikan DPD AMKI Sumsel juga dihadiri Anggota DPR RI Komisi I sekaligus Ketua Dewan Pengawas AMKI Sumsel, Yuda Novanza Utama, serta Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Sumsel, Kurniawan Abadi.


















