BPBD Sumsel Catat Enam Titik Hotspot, Potensi Kemudahan Kebakaran Masuk Kategori Sangat Mudah

News248 Dilihat
banner 468x60

Palembang, MRS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan mencatat terdapat enam titik hotspot di wilayah Sumatera Selatan berdasarkan data Sipongi Kementerian Kehutanan yang diperbarui pada 26 Juni 2026 pukul 05.00 WIB.

Enam titik panas tersebut tersebar di empat kabupaten, yakni Banyuasin sebanyak 1 titik, Lahat sebanyak 2 titik, Muara Enim sebanyak 2 titik, dan Ogan Ilir sebanyak 1 titik.

banner 336x280

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Sumsel, sepanjang periode 1 Januari hingga 25 Juni 2026, telah terjadi 191 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan total luas lahan terdampak mencapai 305,39 hektare berdasarkan data Sipongi KLHK hingga Mei 2026.

Secara tren, jumlah kejadian karhutla mengalami peningkatan signifikan sejak Mei. Pada Januari tidak tercatat kejadian, Februari sebanyak 1 kejadian, Maret 6 kejadian, April 4 kejadian, kemudian melonjak menjadi 91 kejadian pada Mei dan 89 kejadian hingga 25 Juni 2026.

Sementara itu, prakiraan cuaca dari BMKG Sumatera Selatan untuk Jumat (26/6) menunjukkan kondisi cerah berawan pada pagi hari dengan potensi hujan ringan di wilayah Lubuklinggau. Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah OKU Selatan, OKU, Muara Enim, Lahat, Pagar Alam, Empat Lawang, Musi Rawas Utara, dan OKI. Pada malam hari, potensi hujan ringan juga diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya OKU, Muara Enim, Lahat, Prabumulih, PALI, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, dan Musi Banyuasin. Kecepatan angin diperkirakan berkisar 5–25 kilometer per jam dari arah timur hingga barat daya, tanpa peringatan dini cuaca.

Meski demikian, tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran di Sumatera Selatan saat ini masih berada pada kategori “Sangat Mudah (Very High)”, khususnya pada lapisan atas permukaan tanah. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena lahan tetap rentan terbakar meskipun terdapat potensi hujan di beberapa daerah.

Dalam menghadapi ancaman karhutla, BPBD Sumsel bersama instansi terkait telah menyiagakan sarana pendukung operasi udara yang terdiri atas 1 unit pesawat Cessna tipe C208B, 1 unit helikopter patroli tipe AS355 PK RTG, serta 4 unit helikopter water bombing.

Selain kesiapan armada udara, upaya pencegahan terus dilakukan melalui patroli darat dan udara, monitoring sebaran hotspot, sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat, pemadaman darat yang didukung operasi udara, serta kesiapsiagaan personel dan peralatan pemadaman.

Sementara itu, berdasarkan laporan harian Kamis, 25 Juni 2026, BPBD Sumatera Selatan menyatakan tidak terdapat laporan maupun temuan kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Selatan.

BPBD Provinsi Sumatera Selatan mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan karhutla, untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Langkah cepat dan partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Sumber: Pusdalops BPBD Provinsi Sumatera Selatan, BMKG Sumsel, dan Sipongi Kementerian Kehutanan (Update 26 Juni 2026).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *